Kemenhub: Integrasi Infrastruktur dan Simpul Transportasi Membuat Pengiriman Logistik Lebih Efisien

Kemenhub juga tentunya hingga saat ini terus mengupayakan untuk memutus rantai yang membebani pengiriman logistik, untuk mempercepat pemulihan ekonomi

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Eko Sutriyanto
Lusius Genik/Trbunnews.com
Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Minggu (7/2/2021). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai, integrasi infrastruktur dan simpul transportasi membuat kegiatan pengiriman logistik semakin mudah dan efisien 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai, integrasi infrastruktur dan simpul transportasi membuat kegiatan pengiriman logistik semakin mudah dan efisien.

Staf  Khusus Bidang Komunikasi Kemenhub dan SDM Adita Irawati menyebutkan, integrasi ini tentunya sangat dibutuhkan karena bila simpul transportasi terhubung dengan infrastruktur seperti pelabuhan dan bandara dapat mempercepat pengiriman logistik.

"Dengan adanya integrasi ini, tentunya pengiriman logistik jadi lebih efisien dan juga efektif saat melakukan pengiriman," ucap Adita dalam webinar bertema transportasi Untuk Kelancaran Logistik dan Kemajuan Ekonomi di Masa Pandemi, Senin (7/6/2021).

Selain itu Adita juga mengungkapkan, pihaknya akan melakukan integrasi digital antar kementerian dan juga lembaga.

Baca juga: Kementerian PANRB akan Evaluasi Kantor Pertanahan di Seluruh Provinsi, Ini Alasannya

"Hal ini, tentunya untuk mempermudah izin ekspor impor yang dilakukan oleh para pengirim logistik. Sistem ini juga dapat membuat pengiriman logistik semakin efisien," ucap Adita.

Melalui penggabungan sistem platform digital antara Kementerian Perekonomian, Kementerian Keuangan yang di dalamnya ada Bea Cukai dapat mempermudah stakeholder untuk efisiensi bisnis.

"Kemenhub juga tentunya hingga saat ini terus mengupayakan untuk memutus rantai yang membebani pengiriman logistik, untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia," ucap Adita.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai, peningkatan produktivitas di sektor pengiriman barang atau logistik dapat menstimulasi pemulihan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, Covid-19 ini memang menghambat berbagai kegiatan pada semua sektor termasuk ekonomi. Maka dari itu perlu adanya stimulus untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Indonesia.

"Kegiatan di sektor logistik di tengah Covid-19 ini, cenderung stabil bahkan meningkat karena banyak masyarakat yang berbelanja secara online," ucap Budi Karya.

Baca juga: Menhub Budi: Kegiatan Pengiriman Logistik Mampu Menstimulasi Pemulihan Ekonomi di Indonesia

Terkait angkutan logistik ini, lanjut Budi, tentunya untuk meningkatkan ekonomi nasional perlu dilakukan secara efisien agar produktivitas pengiriman juga dapat ditingkatkan.

"Efisiensi pengiriman logistik ini, tentunya dapat terwujud dengan adanya infrastruktur yang baik pada sektor transportasi dan integrasi dari semua simpul transportasi," kata Budi Karya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa kegiatan logistik adalah dara dari kegiatan manusia Indonesia dan dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Lonjakan pertumbuhan bisnis jasa logistik di Indonesia masih disertai dengan tarif kiriman yang mahal.
Lonjakan pertumbuhan bisnis jasa logistik di Indonesia masih disertai dengan tarif kiriman yang mahal. (IST)

"Hal ini karena sektor logistik menopang banyak kebutuhan masyarakat di Indonesia, mulai dari pangan atau kebutuhan lain dari beberapa sektor seperti laut," ucap Budi Karya.

Kementerian Perhubungan, lanjut Budi Karya, tentunya sangat mendorong kegiatan logistik ini agar produktivitasnya meningkat dengan berbagai regulasi mulai dari integrasi dan perbaikan simpul transportasi yang ada.    

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved