Breaking News:

Airlangga Ajak Rusia Buka Potensi Investasi di Indonesia

Airlangga mengajak Rusia untuk membuka potensi-potensi Investasi di Indonesia  dalam masa pemulihan ekonomi pasca covid.

Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto setelah melakukan perjanjian kerja sama dengan United Russia Party secara virtual zoom, di Kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (11/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto baru saja menandatangani perjanjian kerjasama dengan United Russia Party (Partai Rusia Bersatu), partai dari Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat (11/6/2021).

Selain perjanjian kerjasama antar partai yang lebih lanjut akan dibahas dalam pertemuan lanjutan tanggal 29 Juni 2021, dimana akan ada meeting secara video conference antar partai se-ASEAN dan Rusia

Dalam sambutannya Airlangga juga mengungkapkan pentingnya kerjasama antara Indonesia dan Rusia dalam masa pemulihan ekonomi pasca covid.

Airlangga juga mengajak Rusia untuk membuka potensi-potensi Investasi di Indonesia. 

Baca juga: Golkar Teken Perjanjian Kerjasama dengan United Russia Party, Partai Presiden Rusia Vladimir Putin 

Airlangga menjelaskan, Indonesia sudah mempersiapkan regulasi guna mempercepat pemulihan ekonomi seperti penyalamatan ekonomi selama Covid, sampai kepada Omnibuslaw untuk percepatan serta kelancaran investasi

"Peran Rusia begitu diharapkan dalam membuka potensi-potensi investasi di Indonesia untuk pada forum-forum pemerintah secara formal ini dapat lebih diperbanyak," ujar Airlangga, di Kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (11/6/2021).

Airlangga mengatakan bagi Indonesia, hubungan bilateral dengan Rusia memiliki nilai yang sangat strategis dimana sebagai salah satu kekuatan dunia cukup mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. 

Baca juga: Golkar-United Russia Party Bakal Lakukan Pertukaran Kader Pascapandemi Covid-19 

Kerjasama Indonesia-Rusia, yang selama ini terjalin juga telah mampu menopang kestabilan ekonomi kedua negara. 

Bidang-bidang seperti energi, transportasi, pariwisata dan infrastruktur merupakan kerjasama yang selama ini sudah dijalin antar kedua negara. 

Di sektor politik, Rusia telah banyak membantu perkembangan demokratisasi di Indonesia.

Menjadikan hubungan antara Indonesia dan Rusia sebagai bagian dari kemitraan strategis yang ini berlanjut baik dalam forum bilateral maupun multilateral. 

Di bidang ekonomi, ucap Airlangga, antara lain sebagai mitra dagang utama di kawasan Eropa Timur, dimana dari hasil itu banyak peluang-peluang ekspor Indonesia yang masuk kawasan itu membantu pengusaha. 

"Pada bidang investasi senilai USD 2,9 juta dengan 38 proyek strategis nasional dengan fokus utama di kimia dan farmasi," ucapnya.

Baca juga: Airlangga Sebut Vaksin Sputnik Sedang Dievaluasi di Indonesia : Sudah Ada yang Didaftarkan ke BPOM 

Di bidang sosial, bantuan-bantuan dari Rusia begitu cepat dan tanggap saat Indonesia mengalami berbagai bencana alam besar seperti gempa bumi dan tsunami, dimana negara anda mengirimkan peralatan canggih dalam membantu proses evakuasi.

"Kerjasama saat ini berkaitan dengan vaksininasi yang sedang berjalan, kami terus mendorong agar distribusi vaksin berjalan lancar dan merata," jelas Airlangga.

Airlangga juga mengapresiasi kerjasama dengan Vaksin Sputnik V yang saat ini sedang berjalan, karena kerjasama ini tidak hanya berkaitan dengan distribusi vaksin melainkan juga kerjasama produksi vaksin antara industri farmasi Indonesia dnegan Sputnik V dalam program Joint Production. 

"Melalui diplomasi secara intens kita dapat bersama-sama menyelesaikan efek dari Pandemi ini untuk melangkah maju ke depan bagi stabilitas ekonomi demi kepentingan bangsa dan masyarakat secara keseluruhan," imbuh Airlangga.

Baca juga: Polisi Sebut 7 Pelaku Pungli ke Sopir Truk di Tanjung Priok Bekerja sebagai Karyawan Pelabuhan

Airlangga menerangkan Russia juga menyumbangkan banyak devisa bagi Indonesia khususnya sektor pariwisata.

Dimana masuk lima besar dari negara-negara yang mengunjungi Indonesia. 

Ia berharap ada kerjasama intens di bidang pariwisata.

Terutama terkait direct flight Rusia ke beberapa daerah di Indonesia. 

Saat ini Rusia sebagai mitra dagang Indonesia dengan sasaran produk ekspor seperti produk minyak sawit, karet, tekstil, perikanan, kopi dan lain sebagainya sebagai komoditas terbesar.

"Momentum pemulihan ekonomi pasca Covid-19 adalah potensi untuk kembali membuka pasar yang terbuka dan menguntungkan kedua negara," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved