Breaking News:

Ketika Mendag Lutfi Ditanya Orang Tuanya Terkait Mata Uang Kripto

Muhammad Lutfi bercerita mendapatkan pertanyaan dari orang tuanya terkait cryptocurrency atau mata uang kripto.

ist
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bercerita mendapatkan pertanyaan dari orang tuanya terkait cryptocurrency atau mata uang kripto.

Menurut dia, sulit untuk menerangkan secara detial arti kripto tersebut sebagai instrumen perdagangan meski kemunculannya hampir mirip uang pada umumnya.

Baca juga: Pemerintah Sebut Pemain Kripto Sudah Naik 50 Persen Mencapai 6,5 Juta orang

"Ketika saya ditanya sama orang tua saya, mama saya nanya "apa sih mas aset kripto itu?". Jadi, itu juga menerangkan yang sangat sulit, tetapi kalau kita melihat sejarah sebenarnya mata uang kripto ini tidak jauh berbeda dengan uang kertas ketika pertama kali diperkenalkan," ujarnya dalam webinar "Kompas Talks: Mengelola Demam Aset Kripto", Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Pembobol 279 Juta Data BPJS Kesehatan Teridentifikasi, Dilacak Lewat Penelusuran Mata Uang Kripto

Lutfi menjelaskan, uang kertas sendiri waktu itu pada 1970-an menjadi alat pembayaran utama negara di dunia, terutama menggunakan dolar Amerika Serikat (AS).

"Uang kertas itu adalah ilustrasi daripada bagian aset yang ditaruh di tempat ketiga yaitu dengan cara dihitung dengan emas. Kemudian, merupakan suatu kepercayaan, bagian daripada interaksi perekonomian suatu negara, terutama dolar AS di awal tahun 70-an," katanya.

Bahkan, saking menjadi sangat utama di dalam mediasi pembayaran, uang kertas menjadi seakan dituhankan oleh pemiliknya.

"Kalau Amerika bilang sebagai in God we trust. Tandanya uang itu bagian daripada yang kita lakukan secara kepercayaan," pungkas Lutfi.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved