Breaking News:

Kartu PraKerja

Menko Airlangga Minta Kartu Prakerja Didesain Lebih Mudah untuk Disabilitas

Airlangga Hartarto meminta program pelatihan Kartu Prekerja didesain lebih mudah agar penyandang disabilitas dapat mengikutinya

Istimewa
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meminta program pelatihan Kartu Prekerja didesain lebih mudah agar penyandang disabilitas dapat mengikutinya tanpa kesulitan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meminta program pelatihan Kartu Prekerja didesain lebih mudah agar penyandang disabilitas dapat mengikutinya tanpa kesulitan.

"Tadi kita dengar cerita luar biasa, disabilitas yang harus menyesuaikan, dari instruksi lisan (dalam pelatihan) diterjemahkan menjadi tertulis. Ini menjadi suatu catatan untuk program, jadi kedepan ada beberapa program yang kita coba supaya lebih friendly didesain untuk disabilitas," ujar Airlangga saat acara dialog dengan penerima Program Kartu Prakerja, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Ini Pesan Denni Purbasari untuk 44 Ribu Penerima Kartu Prakerja Gelombang 17

Airlangga terkesan terhadap perjuangan alumni Program Kartu Prakerja dari Magelang, Anisa Kusuma Wardani yang merupakan penyandang disabilitas rungu wicara.

Dengan dibantu penerjemah bahasa isyarat, Anisa bercerita dan menyatakan pendapatnya kepada Airlangga.

Baca juga: CARA Ikut Pelatihan Kartu Prakerja Gelombang 17, Harus Tonton Video di Dashboard Akun

"Menurut saya Program Kartu Prakerja memiliki manfaat yang banyak, karena saya mendapat wawasan dan pengetahuan baru tentang pekerjaan apa yang bisa saya jalani. Tapi sayangnya kemarin saya memiliki hambatan, karena tidak ada penerjemah atau transkip yang bisa saya akses, karena saya kan seorang tuna rungu," ujar Anisa.

"Akhirnya saya memakai aplikasi di handphone untuk mengubah suara menjadi teks, itupun masih ada hambatan," sambungnya.

Dalam Program Kartu Prakerja mengikuti empat pelatihan, yaitu aplikasi make up dasar, pelatihan barista, pelatihan jualan online, dan pelatihan manajemen keuangan.

"Dulu sebelum ikut pelatihan, saya jualan online secara manual aja, lewat story WhatsApp. Kemudian setelah ikut pelatihan, saya mencoba untuk jualan di marketplace sambil bekerja sebagai Pustakawan di sekolah," papar Anisa.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved