Breaking News:

Menparekraf Sandiaga Racik Industri Musik Indonesia Jadi Sektor Andalan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengakui bahwa pandemi Covid-19 membuat industri musik terdampak parah.

ist
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengakui bahwa pandemi Covid-19 membuat industri musik terdampak parah.

Sandiaga menjelaskan majalah Pollstar memperkirakan industri musik merugi lebih dari 30 miliar dolar AS tahun lalu akibat pembatalan konser dan live music.

Baca juga: Pesan Khusus Menparekraf Sandiaga Uno dan Menhub Budi Karya Sumadi ke Ratusan Wisudawan UBL

"Industri musik terkena dampak yang kuat sepanjang tahun 2020. Rekaman dan konser dibatalkan, artis dan penyanyi menghadapi banyak tantangan serta menjadi pukulan bagi para penggemar," kata Sandiaga dalam Webinar Global Center of Excellence and International Cooperation for Creative Economy (G-CINC) Expert Series, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Sandiaga Uno Puji Hadirnya Mainan Bima S Sebagai Wujud Karya Anak Bangsa

Menparekraf menilai pemain di sektor musik harus dapat beradaptasi dengan mode bisnis yang dapat digarap di rumah.

"Kita perlu menemukan perspektif baru tentang cara mengubah gameplay kita di industri musik. Ada banyak peluang yang bisa dilakukan untuk membawa industri musik kembali tangguh," tuturnya.

Menteri Sandi juga menyampaikan kegiatan G-CINC dapat menjadi upaya mengungkit kembali sektor ekonomi kreatif khususnya di bidang permusikan.

"Pandemi telah mengubah kebiasaan dan kehidupan kita. Kita harus menemukan strategi bisnis yang bagus ke depan untuk industri musik," tuturnya.

Duta Besar LBBP RI untuk Republik Kuba Nana Yuliana menjelaskan acara G-CINC menunjukkan konektivitas orang ke orang yang sebenarnya.

"Ini adalah ajang untuk memahami dan mempererat hubungan antara masyarakat kedua negara melalui musik. Orang Indonesia, khususnya Ambon, seperti orang Havana dan Kuba pada umumnya, sangat menyukai musik. Musik telah menjadi bagian dari hidup mereka," ucap Nana.

Untuk itu pula UNESCO menganugerahkan Ambon dan Havana masing-masing sebagai kota musik dan kota kreatif pada Oktober 2019.

"Saya berharap acara ini akan menghasilkan kerjasama lebih lanjut antara Ambon dan Havana, tidak hanya di bidang musik, tetapi juga di bidang perdagangan dan pendidikan, dan KBRI Havana siap memfasilitasinya," lanjutnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved