Inovasi Jadi Kunci Produsen Rok Ini Bertahan di Masa Pandemi

Produsen rok Rokgaliya terus berinovasi agar penurunan pendapatan tidak terlalu drastis dampak dari pandemi Covid-19.

istimewa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produsen rok Rokgaliya terus berinovasi agar penurunan pendapatan tidak terlalu drastis dampak dari pandemi Covid-19.

Owner Rokgaliya Leila Melati mengatakan bisnisnya mengalami penurunan pendapatan sampai 20-30 persen.

Leila kemudian memaksimalkan produk-produk baru yang hits dipakai di rumah.

“Jadi waktu pas turun gitu kita maksimalkan brand baru,kita buat produk baju tidur atau homi set. Jadikan saya punya brand lain seain rok yaitu Bajubojo. Itu produk untuk menjawab keinginan konsumen,” jelas Leila, Jumat (25/6/2021).

Dalam rangka memperingati hari lahir yang ke-10 tahun, Rokgaliya juga menyelenggarakan program Bangun 1.000 Desa dengan tema Berjuan, Berkarya, dan Berbagi .

Program tersebut merupakan komitmen Rokgaliya untuk hadir memberi manfaat di tengah masyarakat.

Baca juga: Kecepatan Pengiriman Jadi Faktor Pertimbangan Konsumen Saat Belanja Online

Leila menambahkan bahwa bisnis Rokgaliya telah melewati beberapa fase mulai dari tahap berjuang dan berkarya.

Karena itu, setelah mampu menjalani kini saatnya Rokgaliya untuk berbagi kepada sesama.

“Berjuang kita sudah sepuluh tahun,berjuang mengurus Rokgaliya, terus berkaryanya ya dari produk-produk yang kita produksi terus berbaginya kita kerjasama sama wakaf salman,” kata Leila.

Leila menuturkan Rokgaliya awalnya ia dirikan pada tahun 2011 hanya untuk menyediakan kebutuhan rok bagi para Mahasiswi.

Sebab bagi Leila sudah banyak orang jual pakaian tapi belum ada yang fokus memproduksi rok.

Alhasil, ia ingin para konsumen ketika ingin mencari rok hanya akan ingat Rokgaliya.

Rok yang di produksi Rokgaliya dibuat dari bahan-bahan pilihan yang cocok untuk para wanita berusia 20-35 tahun.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved