Breaking News:

Kebutuhan Garam Nasional 4,4 Juta Ton Per Tahun, Produksi Cuma 2,9 Juta Ton, Sisanya Impor

Saat ini hanya sekitar 2,9 juta ton yang dapat dipenuhi oleh industri garam dalam negeri, sisanya masih harus impor.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Petani garam mengolah ladang garam di Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (25/7/2017). TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jasa Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Miftahul Huda, menyampaikan kebutuhan garam nasional mencapai 4,4 juta ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 2,9 juta ton yang dapat dipenuhi oleh industri garam dalam negeri, sisanya masih harus impor.

"Dari 4,4 juta ton itu sekitar 2,1 juta ton dibutuhkan untuk industri Chlor Alkali Plant (CAP). Sebenarnya untuk garam-garam konsumsi beryodium, terutama yang sudah kita olah, kita bisa substitusi di Indonesia, tinggal keberpihakan," tutur Huda saat webinar virtual Potret Garam Nasional, Selasa (29/6/2021).

Huda mengatakan, pihaknya saat ini tengah memetakan pasar untuk industri garam.

Baca juga: Lahan Terbatas dan Bergantung Cuaca, Produksi Garam Nasional Belum Optimal

"Kita melakukan peta pasarnya seperti apa dan kebutuhan konsumennya seperti apa, itulah yang coba kita penuhi sekarang. Kemudian hulunya juga ikut kita benahi," ujarnya.

"Ketika market tidak clear maka masalah garam itu akan menahun, ada stok yang tidak terserap dan lain-lainnya. Kita di KKP berusaha agar garam ini terserap seperti maunya pasar," ungkapnya.

Baca juga: Anggota DPR Komisi IV Kritik Soal Impor Garam: Bukti Pemerintah Tak Bisa Manfaatkan Potensi Pantai

Petani garam Indonesia disebut mampu menghasilkan garam berkualitas yang mampu memenuhi untuk konsumsi dan industri.

"Kita tanya ke pasarnya, mereka butuhnya garam apa. Misalnya seperti garam dari Kalimantan yang beryodium dengan NaCL standar SNI 95 persen, maka kita usahakan garam dari lahan tadi, kemudian kita olah menjadi garam yang diminta pasar," ungkapnya.

"Kalau yang diminta pasar ini bisa dipenuhi oleh petambak garam dan koperasi garam, yakinlah dalam beberapa tahun ke depan kita bisa mandiri di garam terutama di garam konsumsi beryodium," imbuh Huda.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved