Breaking News:

Virus Corona

PPKM Darurat, Sandiaga Imbau Restoran 100 Persen Terapkan Layanan Pesan Antar

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengajak seluruh UMKM serta bisnis kuliner untuk membatasi kegiatan konsumennya.

IST
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengajak seluruh UMKM serta bisnis kuliner untuk membatasi kegiatan konsumennya. Ia mendorong agar seluruh tempat makan atau restoran melakukan layanan pesan antar. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Malvyandie

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengajak seluruh UMKM serta bisnis kuliner untuk membatasi kegiatan konsumennya.

Ia mendorong agar seluruh tempat makan atau restoran melakukan layanan pesan antar.

Terlebih, pemerintah akan mulai menjalankan PPKM Darurat hingga 20 Juli 2021. Adanya kebijakan ini tentunya akan memengaruhi sektor bisnis kuliner, terutama di Pulau Jawa dan Bali.

Baca juga: Gubernur Anies Minta Jajarannya Jangan Hanya Menjadi Penonton Darurat Covid-19

“Terkhusus sektor kuliner, setidaknya dua minggu ke depan, hanya diperbolehkan membuka layanan delivery saja. Mungkin bagi beberapa yang masih menerapkan 70 persen delivery, dan 30 persen dine-in, kini semuanya harus 100 persen melayani delivery saja,” kata Sandiaga, Jumat (2/7/2021).

Adanya kebijakan PPKM Darurat ini, kata Sandiaga, mengharuskan tiap UMKM kuliner meningkatkan kemampuannya dalam pelayanan pesan antar. Seperti kebersihan serta kualitas produk makanan menjadi sorotan penting.

Baca juga: Satgas Covid-19: PPKM Darurat Akan Efektif Kalau Semua Disiplin

Selain itu, laki-laki yang juga akrab disapa Mas Menteri ini mengajak tiap masyarakat maupun merchant agar patuh menerapkan protokol kesehatan atau sering disebut CHSE (Cleanliness, Health, Safety, serta Environmental Sustainability). Pemberlakuan protokol kesehatan secaracketat wajib dilakukan pula oleh sektor pariwisata.

"Untuk kebersihan atau cleanliness, dalam bisnis kuliner harus sangat diutamakan. Pastikan, di dua minggu ke depan nanti, tingkat higienitas produk maupun jasa pengantar produknya bisa lebih baik,” katanya.

Sementara untuk kesehatan, ia pun mengimbau masyarakat yang berprovesi sebagai pemberi jasa layanan antar makanan serta pihak merchant sudah melakukan vaksinasi.

“Keamanan atau safety terhadap produk makanan juga penting. Mulai dari prosedur memasaknya, menyiapkan makanannya, sampai proses pengantarannya. Jadi, makanan tidak hanya sehat dan bersih tapi juga aman. Tolong untuk food safety-nya sendiri ditingkatkan lagi,” kata Sandiaga.

Sandiaga berharap sektor kuliner bisa melaksanakannya protokol kesehatan dengan baik. Dengam begitu, sektor yang merupakan bagian dsri ekonomi kreatif ini bisa bertahan di tengah pembatasan.

Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved