Breaking News:

Analis Properti: Didukung Infrastruktur Kuat, Bitung Bersiap Jadi Kota Baru Setelah Serpong

Sejumlah permukiman berskala kota di Tangerang bukan hanya sekadar muncul, tapi juga hidup dan mampu tumbuh pesat menjadi kawasan mandiri

IST
Kawasan Bitung di Kabupaten Tangerang diyakini akan menjadi kawasan kota baru (new city) seperti Serpong karena lokasinya yang masih dekat dengan Jakarta dan didukung infrastruktur transportasi yang kuat. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Keberadaan Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Merak sebagai jalur utama logistik yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera selama ini memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kawasan industri dan permukiman yang pesat di wilayah Tangerang, Banten, sebagai satelit Kota Jakarta.

Beroperasi sejak 1984, Jalan Tol Jakarta-Tangerang yang memiliki panjang 33 kilometer ini juga menghubungkan Jalan Tol Dalam Kota Jakarta dan JORR W1 yang menuju ke Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo (Jalan Tol Bandara).

Sejumlah permukiman berskala kota di Tangerang bukan hanya sekadar muncul, tapi juga hidup dan mampu tumbuh pesat menjadi kawasan mandiri yang telah dihuni ratusan ribu jiwa.

Sebut saja Alam Sutera (800 ha) di Serpong Utara, BSD City (6.000 ha) di Serpong dan Paramount Land (1.200 ha) di Gading Serpong dan Lippo Village (1.500 ha) di Karawaci.

Seluruh kota baru itu berlimpah fasilitas mulai dari sekolah, universitas, rumah sakit, pusat perbalanjaan, ratusan ruko, pasar modern, kantor perbankan dan lain sebagainya.

Baca juga: Pasien Meningkat, Menhub Jadikan Asrama STTD Cibitung Tempat Isolasi Terpapar Covid-19

Memiliki akses tol langsung Jakarta-Merak menjadi hal yang turut mengangkat kawasan Serpong dan sekitarnya. 

Sementara, kawasan Alam Sutera terkoneksi langsung dengan gerbang tol KM 15, Paramount Land yang memiliki akses pintu tol langsung di KM 18 dan Lippo Village di KM 21.

Tak heran jika kawasan Serpong dan sekitarnya menjadi salah satu satelit Jakarta dengan harga properti paling tinggi.

Di kawasan ini harga tanahnya berkisar Rp11-15 juta per meter persegi (m2) untuk rumah tapak.

Halaman
1234
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved