Breaking News:

Indonesia Perlu Perkuat Sektor Manufaktur Agar Rating di World Bank Kembali Naik

Penguatan sektor manufaktur bisa menjadi solusi menaikkan kembali status RI berdasarkan rating World Bank. 

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
ABS CBN NEWS
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPI UK) Gatot Subroto mengatakan bahwa turunnya status Indonesia sudah diprediksi mengingat pandemi Covid-19 yang menghantam dunia.

Menurutnya, penguatan sektor manufaktur bisa menjadi solusi menaikkan kembali status RI berdasarkan rating World Bank

“Strategi agar Indonesia bisa kembali naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah atas, dan bahkan naik kelas menjadi negara maju mengejar visi Indonesia 2045. Kami percaya solusinya adalah penguatan kembali sektor manufaktur, atau kita sebut dengan reindustrialisasi. Penguatan ini mesti ditopang oleh riset dan inovasi,” ujar Gatot, Selasa (13/7/2021).

Deputi Ekonomi Kementerian Bappenas Amalia Adininggar mengatakan sebelum pandemi pemerintah telah memproyeksikan bahwa Indonesia akan naik kelas menjadi negara berpenghasilan tinggi di tahun 2036. 

Baca juga: World Bank Sebut Turun Kelas, Indonesia Harus Jaga Peringkat Investasi Agar Tak Turun

“Sekarang kita butuh dua tahun waktu tambahan agar Indonesia bisa mencapai nilai pendapatan yang sama dengan kondisi sebelum pandemi,” ujar Amalia.

Baca juga: Indonesia Turun Kelas di Peringkat World Bank, PKS: Penanganan Covid-19 Lamban!

Selama pandemi ini kecepatan pemulihan industri berbeda antara satu sektor dengan sektor lainnya. 

“Di Indonesia, pemulihan ekonomi tercepat terjadi di industri berbasis logam. Oleh karena itu hilirisasi sumber daya alam tambang menjadi produk bernilai tambah tinggi menjadi keharusan untuk memperkuat resiliensi industri di masa krisis,” tambah Amalia.

Baca juga: Ekonom: Kalau Peringkat RI Mau Naik Kelas Lagi, Pertumbuhan Ekonomi Harus Konsisten di Atas 7 Persen

Untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah, Amalia kemudian menekankan perlunya Indonesia belajar dari Korea Selatan. 

“Korea hanya butuh 27 tahun untuk melompat dari negara berpendapatan menegah menjadi negara berpendapatan tinggi. Faktor utamanya adalah sumber daya manusia, inovasi, industrialisasi, dan keterbukaan pasar,” papar Amalia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved