Breaking News:

Teknologi 5G

Ririek Adriansyah Sebut Telkom Fokus Garap Layanan dan Infrastruktur 5G di Indonesia

Ririek Adriansyah mengungkapkan rencana Telkom untuk masuk ke layanan 5G agar terealisasi dalam waktu dekat.

Istimewa
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah saat memberikan sambutan dalam acara seremoni topping off pembangunan Hyperscale Data Center Telkom di Cikarang, Rabu (9/6). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Implementasi teknologi 5G terus digarap di Indonesia yang ditandai dengan hadirnya beberapa operator yang menggelar jaringan generasi kelima itu.

Hal ini pula yang dilakukan oleh Telkom Indonesia yang terus menggarap penerapan 5G melalui Telkomsel.

Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Ririek Adriansyah mengungkapkan rencana Telkom untuk masuk ke layanan 5G agar terealisasi dalam waktu dekat.

Baca juga: Cek Harga HP Xiaomi Terbaru Juli 2021, Mulai dari Poco M3 Pro 5G hingga Mi 11 Lite

“Dalam waktu dekat kita sudah masuk ke jaringan 5G, meski masuk limited tapi terus kita persiapkan terus infrastrukturnya,” ujar Ririek dalam webinar Investor Daily yang digelar secara virtual, Selasa (13/7/2021).

Menurut Ririek, banyak benefit jaringan 5G yang bisa dimanfaatkan di Indonesia. Diantaranya menjanjikan teknologi dalam perangkat seluler dapat mencapai kecepatan data lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Pemerintah Dorong Sektor Industri Maksimalkan Teknologi Jaringan 5G

Selain itu, jaringan ini memiliki tingkat latency lebih rendah dan jumlah kerapatan koneksi lebih banyak ketimbang jaringan 4G. Penggunaan pita frekuensi dalam 5G juga sangat hemat karena bergerak di frekuensi Milimeter-wave yang membuat jaringan tersebut bisa melesat cepat.

Khusus di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memberikan izin kepada dua operato untuk menggelar jaringan 5G dan sudah lulus Uji Laik Operasi. Operator itu adalah anak usaha Telkom Indonesia, Telkomsel dan Indosat.

Untuk mempercepat hadirnya jaringan 5G secara luas, Telkom terus mempersiapkan infrastruktur seperti keterjangkauan fiber optik. Ririek mengungkapkan, Telkom telah memiliki layanan fixed broadband yaitu Indihome dan telah menjangkau 496 kota dan kabupaten di Indonesia.

Angka tersebut merupakan capaian terbaik Telkom yang berhasil menghadirkan jaringan internet fiber setara dengan 96 persen di seluruh Indonesia.

Meski, belum semua wilayah bisa mengakses layanan IndiHome, untuk kota dan kabupaten yang tidak dapat terjangkau oleh fiber optik, Telkom menyiapkan layanan fixed wireless dan satelit. Hal itu telah dilakukan Telkom dengan menyediakan sebanyak 43 titik yang telah terjangkau dengan satelit untuk memberikan layanan internet broadband.

“Telkom terus mempersiapkan jaringan dan infrastruktur untuk layanan fixed broadband. Fiberisasi juga terus dilakukan dan menyediakan alternatif fixed wireless untuk daerah yang sulit menjangkau internet. Diharapkan upaya ini bisa membuat negara kita bisa menikmati pertambahan value yang tinggi,” ujar Ririek.

Tak hanya itu, Telkom juga bergerak dalam membangun layanan data center, Cloud, dan big data. Hal itu dilakukan agar percepatan satu data bisa terlaksana sehingga layanan big data sudah dapat dimulai.

Dalam paparannya, Ririek juga membeberkan kontribusi Telkom untuk pertumbuhan ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 4 persen atau setara Rp 614 triliun dalam setahun.

Target Telkom di tahun 2025, proyeksi ekonomi digital terhadap PDB bisa terus meningkat agar dapat menyentuh 8 persen PDB atau Rp 1.760 triliun. Proyeksi target juga dipasang untuk tahun 2030, di mana Telkom bisa berkontribusi untuk ekonomi digital Indonesia dengan menyumbang 18 persen PDB atau setara Rp 4.531 triliun.

Penulis: Fandi Permana
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved