Breaking News:

Siap-siap, Pembayaran Digital via QRIS Akan Semakin Mudah dengan Fitur 'TTS'

Filianingsih Hendarta mengatakan, fitur baru diharapkan bisa mempermudah pembayaran saat pemberlakuan PPKM darurat. 

Tribunnews/Jeprima
Pengunjung melakukan transaksi digital melalui QRIS untuk transaksi digital di sebuah hypermarket di Jakarta Selatan, Minggu (9/5/2021). Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, pembayaran digital via Quick Response Indonesia Standard (QRIS) akan semakin mudah dengan fitur tarik, transfer, dan setor (TTS). 

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan, fitur baru diharapkan bisa mempermudah pembayaran saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. 

"Ke depan tambah TTS, tarik, transfer, dan setor. Ke depan mudah-mudahan bisa membantu di era PPKM," ujarnya melalui video conference, Rabu (14/7/2021). 

Filianingsih menjelaskan, sistem QRIS saat ini sudah menjangkau 7,7 juta merchant dengan fitur awal bisa transaksi tanpa tatap muka atau TTM. 

Baca juga: BI Sebut Pembayaran Digital via QRIS Meningkat 32,5 Persen Saat PPKM Darurat

"Jadi, tidak perlu ketemu, kita bisa lakuka transaksi, sehingga transaksi ekonomi tidak berhenti. Bisa dengan QRIS," katanya. 

Baca juga: Nobu Bank Gairahkan Transaksi Digital QRIS Lewat QRISzy Deals PayDay

Adapun BI berkomitmen untuk terus melakukan reformasi pengaturan sistem pembayaran Indonesia secara berkelanjutan. 

Reformasi tersebut sebagai bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 melalui penyederhanaan pengaturan dan perumusan kebijakan dengan memperhatikan perkembangan ekonomi dan keuangan digital. 

Hal ini bertujuan untuk mencari titik keseimbangan antara upaya optimalisasi peluang inovasi digital dengan tetap memperhatikan stabilitas guna mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal. 

BI akan terus melakukan kolaborasi dan komunikasi secara intensif dengan pemangku kepentingan untuk memastikan agar reformasi pengaturan sistem pembayaran dapat berjalan efektif.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved