Breaking News:

Pembentukan Pendidikan Vokasi Harus Disesuaikan dengan Potensi Ekonomi di Desa-desa

"Pembentukan pendidikan vokasi harus disesuaikan dengan potensi ekonomi desanya masing-masing."

Capture video
Tangkapan layar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi periode 2016-2029, Eko Putro Sandjojo. Eko menjadi narasumber dalam webinar bertajuk 'Solusi Riset Terapan Vokasi Untuk Pembangunan Ekonomi Desa' yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud-Ristek, Jumat (16/7/2021). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengingatkan pentingnya pendidikan vokasi disesuaikan dengan potensi ekonomi di desa-desa. 

Hal itu diperlukan agar masyarakat desa, yang telah mendapatkan pendidikan vokasi, bisa langsung bekerja di desanya sendiri sekaligus membangun desanya. 

Demikian disampaikan Eko dalam webinar bertajuk 'Solusi Riset Terapan Vokasi Untuk Pembangunan Ekonomi Desa' yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud-Ristek, Jumat (16/7/2021). 

"Pembentukan pendidikan vokasi harus disesuaikan dengan potensi ekonomi desanya masing-masing."

Baca juga: Wamendes: Keterampilan Pendidikan Vokasi Jadi Penting dalam Pembangunan Desa

"Sehingga anak-anak di desa tersebut, setelah mendapatkan pendidikan vokasi tidak perlu mencari pekerjaan di daerah lain. Dia bisa langsung bekerja di daerahnya dan membangun daerahnya," jelas Eko.

Mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan desa-desa yang ada di seluruh Indonesia itu sangat penting. 

Desa-desa yang ada di Indonesia terbilang unik lantaran tidak memiliki kesamaan. 

Setiap desa memiliki karakteristiknya masing-masing dan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

"Tidak ada desa yang sama. Ada desa kita yang desa miskin, ada desa kaya, ada desa pertanian, desa rawan bencana, bahkan ada desa rawan konflik," ujar Eko. 

"Itu mengapa pembentukan pendidikan vokasi harus disesuaikan," imbuh Menteri Desa periode 2016-2019 ini.

Eko mengungkapkan, untuk mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), diperlukan SDM yang setidaknya memiliki enterpreneur skill.

Baca juga: Lulusan Vokasi Ahli Kewirausahaan Diharapkan Dapat Tekan Angka Pengangguran

Sayangnya, sampai saat ini, tidak semua desa memiliki kualifikasi SDM sebagimana disebut oleh Eko.

"Itu mengapa tidak semua BUMDES berhasil. Jadi sebagian besar dari BUMDES, karena keterbatasan kapasitas pengelolanya, hanya melakukan usaha simpan pinjam, menyediakan jasa sewa tenda buat kawinan, dan lain sebagainya dan hal-hal semacam itu," jelas Eko.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved