Breaking News:

Semen Indonesia Produksi Beton Ramah Lingkungan, 25 Persen Materialnya Air Daur Ulang

Perseroan mendukung program pemerintah yang berkomitmen mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26 persen pada 2020 dan 29 persen pada 2030

Kompas.com/Rully
Semen Indonesia memperkenalkan logo baru pada Selasa (11/2/2020) malam di Jakarta Convention Center. Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Perkenalkan Logo Baru, Semen Indonesia Kini Menjadi SIG dan Kantor Pusat di Jakarta, https://surabaya.tribunnews.com/2020/02/12/perkenalkan-logo-baru-semen-indonesia-kini-menjadi-sig-dan-kantor-pusat-di-jakarta. Penulis: Sri Handi Lestari Editor: Cak Sur 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Semen Indonesia (SIG) memproduksi beton ramah lingkungan yang mampu mengurangi penggunaan sumber daya alam dan limbah. 

Produk beton tersebut dibuat menggunakan material subsitusi sebanyak 30 persen, dan air daur ulang sebanyak 25 persen. 

Direktur Marketing dan Supply Chain SIG, Adi Munandir mengatakan, pengembangan beton ramah lingkungan berkolaborasi dengan institusi dalam melakukan riset, serta membuat prototyping, mock up dengan anak usaha beton dalam pengembangannya. 

"Semua produk beton yang keluar dari batching plant SIG memiliki standardisasi kualitas yang terjaga,” kata Munandi dalam keterangannya, Jumat (16/7/2021).

Baca juga: Begini Cara Hasilkan Beton yang Kuat dan Tidak Keropos untuk Konstruksi Bangunan

Selain itu, kata Munandir, perseroan juga mendukung program pemerintah yang berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26 persen pada 2020 dan 29 persen pada 2030. 

“SIG akan terus berinovasi dan memberikan solusi untuk semua kebutuhan pembangunan negeri, tentunya secara bersamaan juga turut menjaga lingkungan, sesuai dengan komitmen perusahaan," paparnya. 

Baca juga: WHO Kritik Vaksinasi Gotong Royong Individu di Indonesia

Dengan memproduksi beton ramah lingkungan, tiga batching plant milik perseroan di Serpong, Pulo Gadung, dan Tuban meraih sertifikat Ekolabel Swadeklarasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Ekolabel Swadeklarasi merupakan program yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merujuk pada model Ekolabel Tipe II sebagai sarana penyampaian informasi kepada konsumen, mengenai aspek lingkungan dari suatu produk yang dibuat oleh produsen, importir, distributor, pengecer atau pihak lain yang memperoleh manfaat.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved