Breaking News:

Dorong Pengembangan EBT, Ini Inovasi BPPT Di Sektor Ketenagalistrikan

Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT meriset penerapan teknologi Smart Grid di kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Pertamina
Solar panel di Masjid At-Tanwir Muhammadiyah, Jakarta, salah satu contoh upaya penggunaan energi baru dan terbarukan di kawasan perkotaan. 

Terlebih saat ini Indonesia juga tengah terdampak pandemi virus corona (Covid-19), meskipun negara ini memiliki potensi EBT yang cukup besar.

"Pada 2020, kontribusi EBT kita mencapai 11 persen dan kita punya target 2025 bisa capai 23 persen, target ini cukup berat karena saat ini kita mengalami dampak dari pandemi Covid-19," kata Arifin.

Hal yang sama disampaikan Kepala BPPT Hammam Riza. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini EBT belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia cukup tinggi, namun belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga belum dapat mencapai target bauran energi seperti diamanatkan dalam kebijakan energi nasional," kata Hammam.

Ia menjelaskan, Bahan Bakar Nabati (BBN), biomassa, hidro dan panas bumi masih mendominasi penyediaan EBT.

"Saat ini pemanfaatan EBT di sektor ketenagalistrikan masih didominasi oleh penggunaan tenaga air, kemudian diikuti oleh pemanfaatan panas bumi, biomassa, biodiesel dan tenaga surya," pungkas Hammam.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved