Breaking News:

Digitalisasi Industri Asuransi Permudah Konsumen Memilih Produk Proteksi di Tengah Pandemi

Konsumen bisa secara independen membandingkan dan mempelajari dengan transparan berbagai pilihan produk asuransi

ist
Ilustrasi asuransi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Digitalisasi sudah masuk di industri asuransi di tengah pandemi covid-19.

Produk asuransi mulai banyak yang tersedia secara online dan dapat diakses dengan lebih mudah.

Konsumen bisa secara independen membandingkan dan mempelajari dengan transparan berbagai pilihan produk asuransi dan menentukan mana yang manfaat perlindungannya paling sesuai untuknya.

"Adanya proses yang lebih transparan dalam berasuransi, potensi konflik di masa depan bisa dicegah," ujar Public Relation Manager Qoala, Nikky Sirait dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Ia mencontohkan, saat klaim mengurangi terjadinya mis-selling di awal atau kesalahpahaman dalam mengerti manfaat produk, dapat diminimalisir.

Baca juga: Kominfo Sebut Ada Celah Keamanan yang Berhasil Disusupi Peretas Data Nasabah Asuransi Ini

"Selain itu, proses digital memungkinan berasuransi menjadi lebih mudah, cepat, tepat, dan tanpa proses yang panjang dan rumit,"  kata Nikky.

Qoala sebagai perusahaan insurtech, kata dia membangun teknologi untuk memasarkan produk asuransi secara online.

"Kami bekerja sama dengan perusahaan asuransi untuk mengembangkan produk asuransi yang sesuai dengan kondisi saat ini, di antaranya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa," katanya.

Asuransi kesehatan menjamin biaya pengobatan dan tindakan kesehatan untuk seluruh anggota keluarga yang ditanggung, dari anak hingga orang tua.

"Punya proteksi sejak awal adalah langkah tepat. Semakin muda usia kita, semakin murah pula premi asuransi yang dibayarkan.

Untuk meningkatkan perlindungan jiwa selama pandemi Covid-19, Qoala menghadirkan produk asuransi jiwa.

Nikky Sirait mengatakan, saat ini media sosial jadi instrumen kekinian bagi profesi public relations
Nikky Sirait 

Tujuan dari pentingnya kepemilikan asuransi proteksi jiwa ini tentunya juga mencakup sebagai perlindungan bagi pihak keluarga dari beban-beban ekonomi yang mungkin timbul apabila kepala keluarga meninggal dunia atau tidak bisa mendapatkan penghasilan lagi.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved