Kamis, 4 Juni 2026

Ekonomi Disebut Tumbuh 7,07 Persen, DPR: Itu Kabar Baik, Tapi Rakyat Bawah Masih Menjerit

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari kuartal ke kuartal hanya mencapai 3,31 persen.

Tayang:
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Arus lalu lintas kendaraan tersendat di lokasi penyekatan di Jalan Raya Serpong Km 7, Kota Tangerang Selatan, di masa perpanjangan PPKM Level 4, Selasa (3/8/2021). WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan laporkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2021 sebesar 7,07 persen secara year on year (yoy).

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari kuartal ke kuartal hanya mencapai 3,31 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini lebih baik dibandingkan kuartal pertama 2021, yakni 0,74 persen. Sedangkan pada kuartal kedua 2020 minus 5,32 persen.

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengatakan, data lonjakan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi yang serba sulit saat ini tentu menjadi harapan baru bahwa bangsa ini bisa segera keluar dari kesulitan. 

Baca juga: Juara Se-Indonesia! Perekonomian Maluku Tumbuh Paling Tinggi, Bali Kok Terendah?

"Ini menjadi kabar baik bagi kita semua bahwa ada harapan baru di tengah kesulitan saat ini. Semoga laporan BPS ini memang benar adanya dan kita segera terbebas dari kondisi sulit ini," kata Gus Muhaimin dalam keterangannya, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen Year on Year, Menteri Airlangga: Lampaui India dan Jepang

Namun dia menegaskan bahwa kondisi rakyat di bawah masih banyak yang mengalami kesulitan sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama lebih dari satu tahun. 

"Banyak usaha rakyat yang gulung tikar dan belum bisa bangkit, pemutusan hubungan kerja yang tidak bisa dihindarkan akibat perusahaan tidak bisa beroperasi maksimal," ungkapnya.

Dia mengatakan, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kebijakan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlanjut dengan PPKM Level 4 di beberapa wilayah, hingga saat ini dipastikan memberikan dampak perlambatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, agar perekonomian masyarakat bisa benar-benar membaik penanganan persoalan kesehatan harus terus diupayakan pemerintah melalui program vaksinasi nasional dan PPKM bisa berjalan dengan maksimal.

"Saya mengajak masyarakat untuk menyukseskan PPKM ini. Kita tentu berharap kedepan tidak ada lagi PPKM dalam artian bahwa kondisi kesehatan masyarakat memang benar-benar sudah membaik, kasus baru Covid-19 bisa ditekan, angka kematian bisa menurun," ujarnya.

Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan realisasi penggunaan anggaran program PEN hingga 30 Juli mencapai Rp 305,50 triliun, setara 41,02 persen dari pagu anggaran PEN tahun ini sebesar Rp744,75  triliun.

"Kita berharap ekonomi bisa segera bangkit, pandemi segera berakhir, dan bangsa ini bisa segera keluar dari krisis multidimensi saat ini," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved