Minggu, 31 Mei 2026

Anggota DPR Apresiasi Keberhasilan Pertamina Masuk Fortune Global 500

Anggota Komisi VI DPR Melani Leimena Suharli mengapresiasi keberhasilan PT Pertamina (Persero) masuk daftar Fortune Global 500 tahun 2021.

Tayang:
HANDOUT
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Melani Leimena Suharli mengapresiasi keberhasilan PT Pertamina (Persero) masuk daftar Fortune Global 500 tahun 2021.

"Prestasi yang membanggakan. Pertamina berhasil menjalankan program dengan berbagai inovasi di tengah kesulitan," kata Melani kepada media, di Jakarta, Minggu (8/8/2021).

Capaian Pertamina tidak bisa lepas dari kinerja cemerlang pada 2020. Perusahaan ini berhasil mencatat kinerja keuangan positif dengan mencetak laba bersih konsolidasian ( audited) sebesar USD1,05 miliar atau sekitar Rp 15,3 triliun.

Dengan revenue USD41,47 miliar pada tahun buku 2020, Pertamina berada di posisi 287. Pertamina juga menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk daftar bergengsi tersebut.

Menurut Melani, Pertamina memang layak masuk Fortune 500. Raihan tersebut, lanjutnya, juga membuktikan bahwa perusahaan berhasil mengatur arus keuangannya.

Baca juga: Lowongan Kerja Terbaru Pertamina Dibuka hingga 9 Agustus 2021, Ini Syaratnya

“Mereka juga berhasil melakukan inovasi secara maksimal,” terang Melani. Dia pun berharap Pertamina bisa mempertahankan capaian tersebut.

Melani juga tidak menepis, bahwa keberhasilan Pertamina menembus Fortune Global 500 juga merupakan buah dari restrukturisasi Pertamina. Hanya saja, Melani mengingatkan agar Pertamina selektif dan jeli terkait prospek bisnis rencana tersebut.

“BUMN ini harus berhati-hati dan bisa memilah, mana perusahaan yang kinerjanya baik dan layak untuk direstrukturisasi dan mana yang tidak. Jangan terburu-buru," tutupnya.

Tetapi secara keseluruhan, lanjutnya, kinerja baik itu memang tak lepas dari sosok Nicke Widyawati sebagai ‘nakhoda’ Pertamina. “Ibu Nicke berhasil memimpin BUMN ini. Karena jika pemimpin perusahaan bagus, maka perusahaan ikut bagus,” sambung Melani.

Pemeringkatan Fortune Global 500, merupakan ajang tahunan yang dilakukan majalah Fortune, sejak 1955.

Tolok ukur utamanya adalah besaran pendapatan termasuk pendapatan anak perusahaan ( consolidated gross revenue). Indikator lain di antaranya, penyertaan modal pemegang saham, kapitalisasi pasar, keuntungan, dan jumlah karyawan.

Dengan menduduki posisi 287 pada Fortune 500, Pertamina berada di atas perusahaan-perusahaan raksasa lain. Sesama indsutri migas Repsol, misalnya, berada pada posisi 381. Sedangkan industri lain seperti Coca-Cola berada pada peringkat 370, Tesla 392, dan Danone 454. (*)

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved