Breaking News:

Astra Life Bayar Klaim Terkait Covid-19 Senilai Rp 74 Miliar

PT Asuransi Jiwa Astra atau Astra Life mencatat, telah membayarkan klaim terkait Covid-19 senilai Rp 74 miliar.

dok. Astra Life
Asuransi Astra Life 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Astra atau Astra Life mencatat, telah membayarkan klaim terkait Covid-19 senilai Rp 74 miliar.

Angka tersebut dihimpun mulai dari Februari 2020 hingga Juli 2021.

Presiden Direktur Astra Life, Windawati Tjahjadi merinci, klaim ini terdiri dari klaim rawat inap sebesar sebesar Rp 15,9 miliar.

Baca juga: Karyawan pada Sektor UMKM Dapat Bantuan Keringanan Asuransi Kesehatan

Sementara itu klaim kematian sebesar Rp 58,1 miliar.

Windawati melanjutkan, peningkatan klaim ini dipengaruhi oleh meroketnya angka statistik perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

Terlebih sejak masuknya virus Covid-19 varian delta yang memiliki potensi penularan sangat tinggi.

”Tren peningkatan angka klaim terkait Covid-19 di tahun ini tentu dipengaruhi oleh kondisi penyebaran virus Covid-19 yang juga meningkat,” ucap Windawati, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Pentingnya Recovery Klaim Dalam Industri Asuransi

“Namun kami memiliki harapan bahwa dengan gencarnya program distribusi vaksin, kondisi ini akan segera membaik,” sambungnya.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19, per 21 Juni 2021 terjadi lonjakan sebesar 381 persen atau hampir lima kali lipat hanya dalam waktu 6 minggu.

Baca juga: MSIG Luncurkan Produk Asuransi dengan Layanan Telematika

Ini juga yang menjadi alasan utama pemerintah harus menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali.

Windawati menuturkan, Astra Life berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada para nasabahnya terutama di masa pandemi yang sudah berlangsung selama lebih dari satu setengah tahun ini.

“Selain membayarkan klaim sesuai dengan manfaat produk, Astra Life juga mengeluarkan program santunan bagi keluarga nasabah yang terken Covid-19 yang masih berjalan sampai saat ini,” ucap Windawati.

“Serta memperbanyak informasi edukatif (mengedukasi) mengenai perlindungan jiwa dan kesehatan melalui berbagai kegiatan di media sosial,” pungkasnya.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved