Breaking News:

IPO Bisa Jadi Pilihan Perusahaan Rintisan Teknologi Kembangkan Bisnis

Riky menjelaskan, perusahaannya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk pengembangan bisnis setelah IPO.

Editor: Choirul Arifin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasar terbuka luas dan jumlah pengguna internet terus mengalami peningkatan dinilai menjadi faktor pendukung berkembangnya fenomena perusahaan rintisan atau startup di Indonesia, khususnya sektor teknologi. 

Terlebih lagi, dampak dari pandemi Covid-19 memengaruhi perilaku masyarakat hingga membuat pemanfaatan teknologi digital jadi maksimal. 

Baru-baru ini juga terdapat beberapa perusahaan rintisan di sektor teknologi yang melantai di bursa dengan melakukan initial public offering (IPO). 

"Kami melihat ada kesempatan, ada problem yang bisa kita jawab dengan adanya teknologi. Harapannya ke depan lewat IPO, perusahaan bisa terus melakukan pengembangan bisnis, meningkatkan lagi profit yang dihasilkan, sehingga bisa memberikan value dan benefit lebih kepada investor,” ujar Direktur Ultra Voucher Riky Boy Permata mengutip acara Capital Market Fair bertajuk “The Momentum of Capital Markets Towards Society 5.0 Era”, Senin (30/8/2021). 

Baca juga: Holding dan IPO BUMN Panas Bumi Percepat Pemanfaatan Energi Ramah Lingkungan

Dia menceritakan awal mula bisnis Ultra Voucher adalah melakukan penjualan voucher konvensional dengan berbentuk fisik. 

Baca juga: Cuma 3 Persen, Persentase Investor Ritel Indonesia Lebih Rendah dari Singapura dan Malaysia

Hingga pada 2017, perusahaan teknologi yang baru saja melaksanakan IPO ini, melihat momentum beralih ke produk digital untuk memberikan kemudahan bagi konsumen dengan menciptakan platform online. 

Baca juga: BI: Lonjakan Investor Ritel di Indonesia Jadi Potensi Baru Pembiayaan Ekonomi

Riky menjelaskan, perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk pengembangan bisnis setelah IPO, di antaranya menambah partnership dengan berbagai macam online platform dan digital bank. 

Kemudian, memperluas jaringan sampai ke Asia Tenggara dan juga melakukan transformasi layanan dengan tetap memperkuat produk utama perusahaan yaitu voucher. 

“Untuk itu, terima kasih kepada pemerintah, semakin memudahkan para pelaku industri teknologi digital melaksanakan IPO. Bisnis kami bisa mendapatkan pertumbuhan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat lewat produk dan jasa yang ditawarkan, sekaligus memberikan manfaat untuk melakukan investasi,” kata Riky. 

Industri teknologi dinilainya menjadi sektor potensial di pasar modal karena memiliki potensi pertumbuhanan signifikan. 

Kendati demikian, Riky berpesan agar masyarakat yang ingin berinvestasi tetap memahami fundamental bisnis perusahaan. 

"Cara perusahaan menjalankan bisnis, menghasilkan keuntungan, siapa target pasarnya, dan konsistensi terhadap pangsa pasar tersebut. Kita lihat juga kenaikan pengguna tiap tahunnya, jumlah transaksi, dan total pendapatan serta keuntungan," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved