Pemerintah Percepat Program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Kebijakan ini diharapkan tak hanya dapat dijalankan dengan desentralisasi di Pemerintah Pusat, tetapi hingga ke daerah-daerah.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hendra Gunawan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pamer desain Compact SUV listrik bernama i-Deora, yang dicetuskan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam tim SACH – MOLINA ITS. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyampaikan, rencana pemerintah dalam mewujudkan percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai.

Berdasarkan PP No 55 Tahun 2019, pemerintah mendukung penuh penguasaan teknologi industri dan rancang bangun dengan harapan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan bermotor listrik.

“Program ini didukung pula oleh Kementerian Perhubungan, dengan adanya Peraturan Menteri Perhubungan No 65 tahun 2020, tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar, menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai,” katanya dalam forum HK Expert Talk, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Pemerintah Dorong Produk Ketenagalistrikan Bersertifikasi TKDN 

Kebijakan ini diharapkan tak hanya dapat dijalankan dengan desentralisasi di Pemerintah Pusat, tetapi hingga ke daerah-daerah.

Target implementasi akan dimulai di operasional tingkat pemerintahaan pusat maupun daerah, angkutan massal perkotaan, dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dengan target konversi sebesar 90 persen pada tahun 2030.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi memaparkan bahwa terdapat tiga hal yang menjadi tantangan industri otomotif di Indonesia.

Kendala itu di antaranya waktu pengisian daya yang singkat, daya jangkau jelajah yang jauh, dan harga yang terjangkau.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Listrik, KIP Manfaatkan Energi Surya di Pelabuhan

Harga terjangkau menjadi catatan mengingat daya beli terbesar masyarakat Indonesia masih di kisaran Rp250-300juta.

“Selain tiga hal tersebut, program ini diharapkan seiring dengan pengadaan fasilitas penunjang, khususnya pembangunan infrastruktur fast charging di beberapa titik kota besar dan secara bertahap juga ke daerah, serta bengkel-bengkel bersertifikasi khusus untuk kendaraan bermotor berbasis listrik,” harapnya.

Sementara Director of Commerce and Customer Management PT PLN (Persero) Bob Saril menambahkan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik berbasis baterai dapat dilihat dari sebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Menurutnya, SPKLU yang dihadirkan PLN, maupun bekerja sama dengan pihak swasta kini berjumlah 140 unit di seluruh Indonesia, dan akan bertambah 168 unit pada tahun 2021.

“Cadangan dan pasokan listrik yang besar dengan pembangkit listrik yang menggunakan renewable energy, membawa optimisme ke depan bahwa kebutuhan daya listrik sebagai pengisi baterai kendaraan bermotor di Indonesia akan tercukupi,” tutur Bob.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved