Breaking News:

Hadirkan Teknologi Manajemen Budidaya, Chickin Bantu Peternak Ayam Lebih Produktif

Chickin, menawarkan sebuah teknologi yang mendukung para pengusaha ternak ayam lebih mudah melakukan manajemen budidaya dengan efektif.

ist
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Startup lokal di bidang peternakan bernama Chickin, menawarkan sebuah teknologi yang mendukung para pengusaha ternak ayam lebih mudah melakukan manajemen budidaya dengan efektif.

CEO Chickin Indonesia Tubagus Syailendra mengatakan, Chickin sendiri menghadirkan sebuah teknologi produksi dan layanan business to business (b2B) retail ayam dalam satu aplikasi.

Chickin Apps sendiri mempunyai solusi Internet of Things (IoT) dengan produk Micro Climate Controller, Chickin Smart Farm, dan Chickin Fresh.

Baca juga: Startup SejutaCita Hadirkan Layanan Informasi Event Webinar Hingga Beasiswa

"Ketiga produk ini, dapat dimanfaatkan oleh para peternak untuk melakukan manajemen kandang dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya ayam," ucap Tubagus dalam acara Demo Day Local Corn: Inilah Sang Jawara StartUp Lokal Indonesia!, Jumat (3/9/2021).

Tubagus menyebutkan bahwa Chickin sendiri dapat memberikan solusi untuk para peternak, mulai dari mengurangi risk of human error, waste of feed dan juga waste of electrical energy pada peternakan.

"Aplikasi Chickin ini sangat mudah digunakan, dan pada aplikasi ini tersedia layanan monitoring and control cage climate and feedback, financial and administrative data, live bird price update serta farm management consultant," ucap Tubagus.

Baca juga: CEO Tribun Network Dahlan Dahi: Startup Lokal Beri Dampak Besar ke Ekonomi

Selain itu dalam aplikasi Chickin juga diintegrasi dengan perangkat keras yang ada di dalam kandang, yang dapat mendeteksi penggunaan energi pengaturan fan speed pada kanda, climate control sensor, serta alert system yang akan memberikan pemberitahuan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Tubagus juga mengungkapkan, melalui teknologi dari Chickin ini maka peternak dapat mengembangkan smart farm yang dapat meningkatkan produktivitas budidaya hingga 200 juta ayam dalam waktu tiga tahun.

Kemudian Tubagus juga menjelaskan, bahwa total revenue perusahaannya pada periode Februari hingga Juli 2021 mencapai mencapai Rp 700 juta.

"Kami dengan adanya Chickin ini dapat memberikan peluang bagi para peternak lokal melalui perbaikan teknik budidaya perkandangan tradisional ke teknik budidaya berbasis teknologi dapat menciptakan efek yang berkelanjutan bagi industri peternakan dalam meningkatkan produksi sekaligus bersaing di skala ekonomi global," ucap Tubagus.

Proses perkandangan dari Chickin yang terintegrasi mampu meningkatkan kemampuan produktivitas ayam dengan tingkat keberhasilan panen mencapai 97 persen serta profit 300 – 400 persen lebih tinggi.

Chickin sendiri memiliki visi untuk menjaga ketahanan pangan di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi sehingga pemenuhan pasokan daging ayam menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved