Breaking News:

APTI Minta Pemerintah Tak Naikkan Tarif Cukai Tembakau

Para petani tembakau di 15 provinsi saat ini, hanya bisa memanen tembakaunya pada musim kemarau. 

Tribunnews.com
Aktivitas para pekerja di pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) meminta pemerintah tidak menaikkan tarif cukai tembakau pada 2022, mengingat kondisi perekonomian masih tertekan akibat pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional APTI Agus Parmuji mengatakan, terdapat kesalahan pandangan sebagian kalangan terkait dampak kenaikan tarif cukai tembakau

Menurut Agus, pihak yang mendukung kenaikan tarif cukai tembakau beranggapan kebijakan tersebut hanya akan berdampak terhadap industri.

“Padahal saat terjadi kenaikan, industri akan berhitung kembali mengenai penyerapan tembakau petani, dan ini yang membuat harga jatuh,” kata Agus dalam keterangannya, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Pelaku IHT Kompak Tolak Kenaikan Tarif Cukai

Menurutnya, para petani tembakau di 15 provinsi saat ini, hanya bisa memanen tembakaunya pada musim kemarau. 

Baca juga: Pelaku Usaha Ritel Khawatir Omzet Makin Tertekan Jika Cukai Rokok Naik

“Perkebunan tembakau ini sudah menjadi budaya ekonomi lokal. Jangan sampai pukulan terhadap sektor ini akan memunculkan pandemi ekonomi jilid tiga,” ucap Agus.

Agus menyebut, APTI telah menggelar pertemuan virtual dengan berbagai pemangku kepentingan dan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo, beserta menteri terkait meminta pemerintah membuat kebijakanmelindungi sektor tembakau yang memberi penghidupan bagi petani maupun para pekerja industrinya.

"Ketika kenaikan tarif cukai dipaksakan, kami akan membuat camping ground di Jakarta sebagai tanda bahwa kami menolak kebijakan itu," papar Agus.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved