Breaking News:

BTN Realisasikan Pembiayaan 5 Juta Unit Rumah, Mayoritas KPR Bersubsidi

BTN membidik pertumbuhan aset 2 persen hingga 4 persen, kredit 6 persen sampai 8 persen

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengunjung mendapat penjelasan dari bagian pemasaran di salah satu stan perumahan pada Housing and Furniture Expo 2017 di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) telah menyalurkan pembiayaan hampir 5 juta unit rumah, sejak ditetapkan sebagai pelopor penyaluran KPR pada 1976.

Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari KPR subsidi sekitar 3,6 juta unit dan KPR non subsidi sekitar 1,1 juta unit. 

"Dominasi Bank BTN dalam penyaluran KPR merupakan modal kuat bagi perseroan untuk mewujudkan visi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia tahun 2025. Kami optimistis bisa mencapai visi tersebut," kata Nixon secara virtual, Kamis (9/9/2021).

Optimisme BTN tersebut diperkuat dengan peran perseroan dalam program sejuta rumah.

Hingga saat ini, BTN berkontribusi lebih dari 60 persen dalam pencapaian pembangunan sejuta rumah di berbagai daerah. 

Baca juga: Adhi Commuter Properti Raih Pinjaman Rp 105 Miliar dari BTN untuk Biaya Proyek di Sentul

Menurutnya, capaian positif realiasi pembiayaan program sejuta rumah, sejalan dengan penguasaan pangsa pasar KPR di Indonesia, di mana per 31 Maret 2021, KPR BTN menguasai 41 peraen market share KPR secara nasional.

Baca juga: Kuartal II 2021, BTN Kantongi Keuntungan Rp 920 Miliar

"Sementara, KPR subsidi dominasi Bank BTN sudah tidak terbendung dengan menguasai market share sebesar 87 persen," paparnya. 

Nixon mengatakan, perseroan optimis target kinerja bisnis hingga akhir 2021 dapat dicapai yang disumbang berbagai transformasi untuk memanfaatkan potensi besar di sektor perumahan, stimulus dari pemerintah, hingga momentum pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga: Gairahkan Pasar Properti, BCA Tawarkan Bunga KPR 4,5 Persen di Pameran Virtual Ini

“Kami optimistis kinerja pada tahun ini akan tercapai dan tumbuh berkelanjutan. Bagi kami, sustainable merupakan prioritas terutama dalam menghadapi berbagai ketidakpastian di masa mendatang," ujarnya.

Dalam rencana bisnis perseroan hingga akhir tahun ini, BTN membidik pertumbuhan aset 2 persen hingga 4 persen, kredit 6 persen sampai 8 persen, dan dana pihak ketiga (DPK) 5 persen sampai 7 persen. 

Kemudian, rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) akan berada di level 16 persen sampai 18 persen dan rasio pencadangan (coverage ratio) mencapai di atas 120 persen.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved