Breaking News:

Serikat Pabrik Rokok: Kenaikan Tarif Cukai Bikin Peredaran Rokok Ilegal Makin Subur

Pemerintah disarankan menunda rencana kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada 2022 karena alasan pandemi.

TRIBUN JABAR/Zelphi
Petani tembakau dengan daun tembakau siap panen di Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Rabu (21/10/2020). (Tribun Jabar/Zelphi) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah disarankan menunda rencana kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada 2022 karena di tengah kondisi pandemi ditambah pelemahan daya beli masyarakat. 

Ketua Umum Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Henry Najoan mengatakan, kenaikan tarif cukai justru bisa menyuburkan peredaran rokok ilegal

"Alih-alih dapat tambahan pemasukan, kenaikan tarif cukai justru berpotensi menambah pengeluaran pemerintah dalam melakukan pengawasan dan penindakan potensi rokok ilegal ini," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (15/9/2021). 

Kendati demikian, tarif CHT tahun depan memang belum ditetapkan, tapi pemerintah telah menaikkan target penerimaan cukai sebesar 11,9 persen menjadi Rp 203,9 triliun. 

Baca juga: 2 Juta Rokok Ilegal Senilai Rp 1,48 Miliar Disita Bea Cukai Bandar Lampung

Atas dasar tersebut, Henry menilai tarif CHT dipastikan meningkat karena merupakan penopang, sekaligus komponen utama penerimaan cukai pemerintah hingga lebih dari 95 persen. 

Baca juga: AMTI: Cukai Hasil Tembakau Naik, Petani Sulit Bertahan

Kemudian, dia menjelaskan dalam sembilan tahun terakhir, industri hasil tembakau terus mengalami penurunan produksi, terutama akibat kenaikan cukai cukup tinggi per tahun. 

Baca juga: Pemerintah Diminta Tak Lanjutkan Revisi PP 109/2012 soal Tembakau

"Apalagi sejak tahun lalu pandemi makin memperburuk situasi industri. Selama sembilan tahun terakhir, kami terus mengalami penurunan cukup signifikan karena setiap tahun kami dibebankan kenaikan tarif cukai, di mana beban cukai itu sudah berada di atas angka ekonomis," pungkasnya.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved