Breaking News:

Kementerian ESDM Dorong Penggunaan PLTS Atap Berstandar Nasional

Kementerian ESDM menegaskan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap wajib berstandar nasional.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Tribunnews/JEPRIMA
Teknisi melakukan perawatan panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di atap Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). PLTS atap yang dibangun sejak 8 bulan lalu ini mampu menampung daya hingga 20.000 watt bertujuan menghemat pemakaian listrik konvensional sekaligus menjadi energi cadangan saat listrik padam. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Chrisnawan Anditya menegaskan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap wajib berstandar nasional.

Ia mengatakan produk modul fotovoltaik silikon kristalin harus memenuhi SNI melalui pembubuhan tanda.

Baca juga: Catatan YLKI soal Kebijakan Pengembangan PLTS Atap

"Bahwa praktik seperti ini merupakan common practice yang diterapkan oleh dunia internasional dan merujuk pada International Electrotechnical Commission (IEC)," urainya, Jumat (17/9/2021).

Penerapan SNI bertujuan agar masyarakat tidak dirugikan dalam memasang solar uv di rumahnya.

Hal ini sejalan dengan program strategis nasional dalam mencapai target bauran energi 23 persen pada tahun 2025. Pengembangan PLTS atap menjadi salah satu program strategis nasional.

Baca juga: Swasta Bangun PLTS 100 Megawatt dari Potensi 2 Gigawatt

Menindaklanjuti ketentuan tersebut, PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia menjadi satu di antara produsen yang telah mendapatkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) produk PLTS Atap.

Managing Director PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia Anthony Utomo menuturkan regulator berupaya untuk semakin memberikan perlindungan bagi konsumen solaruv melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2021.

Ilustrasi PLTS atap.
Ilustrasi PLTS atap. (dok.)

Permen menetapkan ketentuan standardisasi produk modul fotovoltaik silikon kristalin berupa kewajiban Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk-produk yang beredar di Indonesia.

“Dengan SNI yang menempel di produk-produk Utomo SolaRUV, pengguna bisa yakin dan memiliki kepastian performa sehingga bisa membedakan mana produk yang abal-abal dan mana yang sudah sesuai standar," ujar Anthony.

Penggunaan PLTS atap atau solaruv melonjak tajam dari 351 menjadi 4028 pengguna hingga Juli 2021 atau tumbuh pertumbuhannya seribu persen lebih.

Ini diyakini akan terus berkembang seiring terbitnya Permenko 7 Tahun 2021.

"Masa depan energi ditentukan oleh kalangan masyarakat sendiri. Pencantuman sertifikat SNI bisa menjadi jaminan kesuksesan mitra UMKM," urainya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved