Breaking News:

Cegah Harga Jatuh Saat Musim Panen, Ekspor Bawang Merah Bakal Digenjot

Bawang merah hasil produksi petani Kabupaten Probolinggo sangat diminati di pasar mancanegara, khususnya Thailand. 

dok.
Bawang merah produksi Kabupaten Probolinggo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Demi mencegah harga jatuh atau anjlok ketika musim panen tiba, Direktur PT Cipta Makmur Sentausa Sri Puji Wantik berkomitmen akan terus meningkatkan ekspor bawang merah ke negeri tetangga. 

Sri Puji menyebut bawang merah hasil produksi petani Kabupaten Probolinggo sangat diminati di pasar mancanegara, khususnya Thailand. 

"Komoditas bawang merah asal Kabupaten Probolinggo patut diberi apresiasi oleh pemerintah karena hasilnya sangat diminati di mancanegara. Karena itu kami berkomitmen akan terus meningkatkan ekspor bawang merah produksi petani probolinggo agar harga tidak jatuh ketika musim panen," ujar Sri Puji, dalam keterangannya, Senin (20/9/2021). 

Dia menyebutkan pihaknya secara rutin setiap tahun mengekspor bawang merah ke mancanegara, khsususnya negara-negara Asia. 

Baca juga: Stabilkan Pasokan, Kementan Subsidi Distribusi Bawang Merah ke Maluku dan Daging Ayam ke Kaltara

Hal ini tidak lepas dari kerja keras Balai Besar Karantina Surabaya dan Pemerintah Daerah yang berhasil menjaga produksi pertanian ditengah pandemi Covid-19. 

Baca juga: Kadin: Perpanjangan Diskon PPnBM DTP Bisa Dongkrak Ekspor

“Diketahui PT. Putra Santoso Maju group dari PT. Cipta Makmur Sentausa Shipment pertama sudah berhasil memberangkat 2 kontainer atau sebanyak 55,2 ton bawang merah asal Probolinggo ke Thailand," katanya. 

Baca juga: Potensi Pasar Besar, Kemendag Lepas Ekspor 600 Metrik Ton Kopi Lampung ke Mesir

Pun demikian dengan Shipment kedua PT. Cipta Makmur Sentausa turut memberangkatkan 2 kontainer bawang merah ke Negeri Gajah Putih. Terkini, Shipment ketiga sebanyak 55,2 ton bawang merah juga tengah disiapkan. 

"Barang saat ini dalam proses stuffing dan pengecekan dari Balai Besar Karantina Surabaya. Dan minggu selanjutnya akan mengekspor bawang merah Probolinggo sebanyak 2-4 kontainer apabila ketersediaan bawang merah di petani mencukupi dan harganya sudah turun," tandasnya. 

Perkembangan yang terjadi kepada petani Probolinggo yang mampu berbicara di sektor ekonomi tersebut mendapat apresiasi dari Waras Krisdiono, selaku DPRD Kabupaten Probolinggo dari fraksi PDIP. 

"Saya sangat mengapresiasi terhadap petani Probolinggo karena sudah mulai berkembang dalam sektor ekonomi. Hal ini menjadi pantron daerah maupun pusat untuk dijadikan acuan," kata Waras Krisdiono. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved