Breaking News:

Ajak Eropa Investasi Baterai Mobil Listrik, Bahlil : Pemerintah Urus Izin, Kalau Perlu Tanahnya Juga

Membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia menguntungkan karena 3 dari 4 komponen baterai ada di Indonesia yakni nikel, mangan, kobalt 

TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengundang investor Uni Eropa berinvestasi di Indonesia untuk proyek baterai kendaraan listrik. 

Hal tersebut disampaikan Bahlil saat acara Dialog Investasi EU Talkshow - EuroCham BKPM: Attracting Investment through Structural Reform secara virtual, Selasa (21/9/2021). 

"Kami mengundang investor Eropa agar bisa ambil bagian dalam industri baterai," kata Bahlil. 

Menurut Bahlil, membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia menguntungkan investor, karena tiga dari empat komponen baterai ada di Indonesia yakni nikel, mangan, kobalt. 

Baca juga: CATL Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Akhir Tahun 2021, Investasi 5 Miliar Dollar AS

"Totak cadangan nikel dunia di Indonesia terdapat sekitar 24 persen sampai 26 persen. Jadi silahkan masuk, ambil bagian investasi," papar Bahlil. 

"Nanti pemerintah mengurus izinnya, mengurus insentifnya, bahkan kalau perlu mengurus tanahnya juga.

Tambangnya bisa kami atur, yang penting ada komunikasi yang baik dengan pemerintah," sambung Bahlil. 

Bahlil menyebut, investor Eropa nantinya dapat bekerja sama dengan BUMN Indonesia dan UMKM dalam membangun pabrik baterai kendaraan listrik. 

"Kamarin kami bekerja sama dengan LG Group dengan BUMN Indonesia, investasi Rp 14 triliun.

Tahap pertama 10 giga di Karawang (pabrik baterai kendaraan listrik)," ujar Bahlil. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved