Breaking News:

Menparekraf Sandiaga Isyaratkan Buka Pembatasan untuk Wisatawan Asing Awal Oktober

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pembukaan wisatawan asing masih dievaluasi setiap pekannya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
wonderfulimage.id
Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Wisata Kembang Kuning, Kabupaten Lombok Timur. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pembukaan wisatawan asing masih dievaluasi setiap pekannya.

Menurutnya, pariwisata Bali ditargetkan bisa dibuka awal Oktober 2021.

"Oktober ini suatu target yang disampaikan dan kita pastikan negara yang memungkinkan untuk berkunjung di Indonesia sudah teridentifikasi. Kita siapkan pembukaan ini sesuai dengan prinsip kehati-hatian," jelas Sandiaga dikutip Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Buka Eksibisi Esports PON XX di Papua

Sandiaga menekankan kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dan wisatawan untuk menjaga protokol kesehatan yang sangat ketat, agar varian terbaru COVID-19 tidak menimbulkan gelombang ketiga.

Lebih lanjut, Menparekraf Sandiaga melengkapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan soal pembukaan kembali Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman).

Baca juga: Sandiaga Uno Disebut Sebagai Menteri Pertama yang Kunjungi Kampung Yoboi Papua

Menko Marves Luhut sempat menyampaikan bahwa ia tak ingin wisman ala backpacker datang ke Bali.

Sandiaga menjelaskan bahwa penyaringan wisman masuk Bali bukan dari atribut yang digunakan wisman, misalnya backpack.

Akan tetapi lebih berfokus pada kualitas wisman baik secara sikap maupun kemampuan ekonomi.

"Backpacker yang dimaksud Pak Luhut adalah yang tidak mendatangkan dividen. Memang sangat rancu dari segi definisi," tuturnya.

Setelah mengklarifikasi, Sandiaga menambahkan bahwa Menko Luhut menyampaikan kelompok wisatawan yang tidak mendatangkan keuntungan, benefit, tidak mematuhi protokol kesehatan, dan tidak menghormati kearifan lokal yang bukanlah target sasaran.

Sandiaga menegaskan tidak melarang wisman yang datang menggunakan backpack. Wisman boleh saja liburan ke Bali asal mematuhi peraturan yang berlaku di Bali.

"Kami tidak akan melarang backpacker selama mereka mematuhi aturan, taat protokol kesehatan, dan menghormati kearifan lokal," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan persiapan Bali menyambut kembali wisatawan asing sedang berlangsung.

“Melihat tren sekarang, kami sangat yakin Bali bisa kembali dibuka pada Oktober,” katanya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved