Breaking News:

Ingin Dongkrak Kinerja UMKM, Asosiasi Sebut Pendampingan dan Migrasi Digital Adalah Hal Yang Wajib

Pemerintah saat ini terus mendorong digitalisasi kegiatan operasional usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi: Pengunjung berbelanja produk UMKM di salah satu stand pada gelaran Pasar Kreatif Bandung di Paris Van Java (PVJ), Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/9/2021). Pameran yang berlangsung dari 24 September hingga 3 Oktober 2021 itu dalam rangka pemulihan ekonomi Kota Bandung dan rangkaian acara Hari Jadi Kota Bandung ke-211. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah saat ini terus mendorong digitalisasi kegiatan operasional usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).

Terlebih, digitalisasi UMKM sangat diperlukan di tengah adanya pembatasan aktivitas dan mobilitas, serta protokol kesehatan yang harus dijalankan.

Ditambah lagi, saat ini masyarakat aktivitasnya sangat dekat dengan media sosial, dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri), Hermawati Setyorini mengatakan, Pemerintah tak hanya cuma mendorong untuk go digital.

Baca juga: Pesan Wapres untuk Dorong Pengembangan UMKM Berorientasi Ekspor

Namun Pemerintah dan juga stakeholder terkait juga harus melakukan pendampingan atau pembinaan kepada para sumber daya manusia atau pelaku UMKM khususnya usaha mikro.

“Sekarang itu yang harus diperhatikan justru yang hilir seperti SDM-nya. Karena pengembangan dan edukasi tentang sumber daya manusia itu harus terus diperbaiki,” ujar Hermawati kepada Tribunnews, Kamis (30/9/2021).

“Sekarang kan eranya orang yang punya skill berdagang itu akan maju duluan,” sambungnya.

Baca juga: UMKM Kini Lebih Mudah Ajukan Izin Usaha Via Online di OSS, Ini Ragam Manfaatnya

Hal dasar yang harus dimengerti oleh pelaku UMKM ketika bermigrasi menjadi digital adalah, bagaimana pelaku usaha tersebut dapat mengelola bisnisnya melalui platform e-commerce.

Tak hanya sampai disitu, dalam mengembangkan bisnisnya pelaku UMKM juga harus mahir memanfaatkan aplikasi atau media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang digunakan untuk memasarkan produk dan menggaet pelanggan.

Baca juga: BNI Wilayah 07 Makassar-Pemprov Maluku Kerja Sama Pendampingan Ekspor ke Pengusaha UMKM

Terbukti, migrasi UMKM menjadi digital dapat mengurangi biaya pemasaran, meningkatkan jumlah pelanggan, hingga efisiensi manajemen.

“Kalau kita ingin mengurusi (mendongkrak kinerja) pelaku mikro yang jumlahnya besar itu, harus diberikan pendidikan, pelatihan, pembinaan, serta pendampingan yang maksimal. Dengan begitu, saya yakin UKM mikro akan meningkat dan berkontribusi lebih maksimal,” papar Hermawati.

“Yang utama sebenarnya pelatihan sih. Karena kalau kita mendorong go digital tapi kalau nggak diajarin ya nggak bakal bisa,” pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved