Breaking News:

Digitalisasi Perbankan Dinilai Berpotensi Timbulkan Ancaman PHK 

Pengamat keuangan Ariston Tjendra mengatakan, adaptasi digital menimbulkan risiko di perbankan antara lain potensi pemutusan hubungan kerja (PHK)

Dok. Jobplanet
Ilustrasi PHK. Digitalisasi Perbankan Dinilai Berpotensi Timbulkan Ancaman PHK  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Digitalisasi perbankan dinilai sebagai upaya perubahan, dimana perusahaan harus melakukan penyesuaian terhadap model bisnis. 

Pengamat keuangan Ariston Tjendra mengatakan, adaptasi digital menimbulkan risiko di perbankan antara lain potensi pemutusan hubungan kerja (PHK). 

"Perusahaan perlu melakukan reorganisasi dan bisa jadi menimbulkan PHK," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews, belum lama ini.

Menurutnya digitalisasi membutuhkan modal besar, bukan hanya dari sisi investasi di teknologi, tapi juga di pemasaran. 

Pengusaha perlu modal besar untuk mensosialisasikan digitalisasi perusahaannya dan menggaet nasabah baru untuk memakai aplikasi.

Baca juga: Soal Aturan Modal Inti, Ekonom Nilai Nasib Bank-bank Kecil Sangat Krusial

"Apalagi peta persaingan makin kompetitif. Jumlah bank yang digital juga makin banyak," kata Ariston. 

Di sisi lain karena aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank-bank kecil harus menambah modal sebelum batas waktu yang ditentukan. 

"Bisa dengan berbagai cara yakni rights issue, mencari pemodal baru, bergabung dengan bank lain atau keluar modal dari kantong sendiri. Kalau tidak, bisa terkena sanksi pembatasan aktivitas perbankan atau turun kelas jadi BPR," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved