Breaking News:

Menkop Teten Proyeksi Ekonomi Digital Indonesia Terbesar di Asia Tenggara Tahun 2025

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan, potensi ekonomi digital Indonesia masih sangat besar.

ist
Menteri Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Teten Masduki. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan, potensi ekonomi digital Indonesia masih sangat besar.

“Ekonomi digital Indonesia di 2025 diproyeksikan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.826 triliun,” kata Teten dalam webinar SAPA untuk Indonesia, Senin (11/10/2021).

Menurutnya, ekonomi digital harus didorong untuk mendukung UMKM di Indonesia.

Ia menyebut transformasi digital dapat membantu UMKM naik kelas.

Teten juga menuturkan dari sekitar 65 juta unit UMKM yang ada di Indonesia, jika dilihat berdasarkan usahanya, 34 persen usaha menengah dijalankan perempuan.

Baca juga: Menteri Teten Ajak UMKM Bertransformasi Bisnis ke Platform Digital Agar Bisa Bertahan

Kemudian 50,6 persen usaha kecil dan 52,9 persen usaha mikro juga dijalankan oleh perempuan.

Selain itu, Ia menyebutkan pentingnya transformasi digital untuk membangkitkan UMKM. Mengutip riset dari Temasek dan Google, Menkop UKM Teten menyebutkan besarnya potensi ekonomi digital Indonesia. 

“Potensi dari pemberdayaan UMKM, khususnya perempuan, dinilai dapat berperan besar dan dapat membawa multiplier effect pada perekonomian," Teten menambahkan.

Digitalisasi menjadi salah satu solusi pemberdayaan untuk membangkitkan daya saing dan menyiasati kondisi pandemi, namun juga dibutuhkan kerja sama antar pihak untuk dapat merealisasikan potensi tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019 Susi Pudjiastuti menilai memajukan peran perempuan di perekonomian memerlukan peran aktif para perempuan untuk saling menyemangati. 

Menurutnya, ada banyak tanggung jawab yang bergantung di pundak perempuan dari urusan keluarga, rumah tangga hingga bisnis. 

"Kita yang sudah berdaya atau sudah punya kemampuan harus jangan malas memprovokasi perempuan lainnya untuk ikut berdaya," tuturnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved