Breaking News:

LPKR Diuntungkan Oleh Kinerja SILO yang Diprediksi Stabil

Di semester I/2021, EBITDA margin SILO sebesar 29 persen, sedangkan sepanjang tahun 2021-2023 EBITDA margin diperkirakan berkisar 26-27 persen.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews/Irwan Rismawan
Karyawan mengamati harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kinerja pendapatan dan EBITDA PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) diprediksi cenderung stabil.  Hal ini turut mendorong kinerja induk usahanya PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) yang berkecimpung di sektor properti.

Dalam publikasi risetnya tanggal 13 September 2021, Analis Citigroup Securities Indonesia Felicia Asrinanda Barus mengatakan pendapatan SILO pada tahun 2021-2023 memiliki tingkat pertumbuhan rata-rata atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 6% per tahun, dengan margin bruto 45%-47%. 

Estimasi tersebut lebih konservatif karena penurunan kasus Covid-19 di Indonesia mulai pada Semester II/2021.  "Pendapatan, margin bruto dan EBITDA margin SILO masih terbilang positif," tulisnya dalam riset. 

Menurut Felicia, di semester I/2021, EBITDA margin SILO sebesar 29%, sedangkan sepanjang tahun 2021-2023 EBITDA margin diperkirakan berkisar 26-27%. Kestabilan EBITDA margin turut didukung layanan pasien non Covid-19.

Baca juga: Truecaller Resmi IPO di Bursa Nasdaq Stockholm

Pada Semester I/2021, SILO membukukan pendapatan sebesar Rp3,81 triliun naik 51,7 persen year on year (YoY) dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp2,51 triliun.

SILO juga meraih laba bersih Rp292 miliar. Pertumbuhan kinerja SILO pun dipastikan bakal mendongkrak kinerja induk usahanya, yaitu LPKR.

Baca juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah Setelah Kemarin Ditutup Menguat

Dalam laporan keuangan per Juni 2021, total pendapatan LPKR mencapai Rp7,23 triliun, dengan kontribusi bisnis healthcare sejumlah Rp3,81 triliun atau 52,72 persen. 

Sebagai pemegang saham utama, LPKR memiliki 55,4 persen saham SILO, sehingga bakal diuntungkan dengan peningkatan kinerja pengelola RS Siloam tersebut.

SILO sendiri memiliki jaringan rumah sakit terbanyak di Indonesia dengan portofolio 40 rumah sakit dan kapasitas tempat tidur sebanyak 3.726 unit.

CEO LPKR sekaligus Presiden Komisaris SILO John Riady menegaskan potensi industri kesehatan di dalam negeri untuk berkembang masih sangat tinggi. 

Dia mengatakan, suplai ketersediaan tempat tidur rumah sakit di Indonesia masih minim dengan rasio 1,1 tempat tidur per 1.000 penduduk.

Baca juga: Mencermati Saham Emiten Sawit di Tengah Tingginya Lonjakan Harga CPO Saat Ini

Di negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia, rasio tempat tidur rumah sakit per 1.000 penduduk masing-masing mencapai 1,7 kali dan 1,8 kali. Pandemi Covid-19 yang sedang dialami juga menunjukkan tingginya kebutuhan akan fasilitas kesehatan.

"LPKR melalui SILO akan terus melanjutkan ekspansi. Kami punya misi untuk memenuhi kebutuhan healthcare di Indonesia, dan tentunya berkomitmen untuk terus bertumbuh," kata dia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved