Breaking News:

Pembangunan Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat Sudah Mencapai 80 Persen

Bendungan Leuwikeris masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020, target penyelesaian di 2023

zoom-inlihat foto Pembangunan Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat Sudah Mencapai 80 Persen
Tribunnews.com/Yanuar Riezqi Yovanda
Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membeberkan perkembangan terkini pembangunan Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

Bendungan Leuwikeris ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020, di mana target penyelesaian di 2023.

Total anggaran pembangunan mencapai Rp 2,8 triliun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni.

Kepala Bidang Pelaksanaan BBWS Citanduy Ditjen SDA Kementerian PUPR Sugeng Harianto mengatakan, progres pembangunan sudah mencapai 80 persen lebih.

"Bendungan ini dibangun 2016, dari ground breaking sampai 82 persen sekarang rampung fasilitas umum dan pendukung sudah dibangun. Diperkirakan November 2021 lakukan tutup sungai dan untuk main DAM (bendungan utama)," ujarnya di Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (13/10/2021). 

Sugeng menjelaskan, Bendungan Leuwikeris memiliki empat manfaat, pertama yakni mendorong peningkatan indeks pertanian (IP) melalui irigasi di wilayah Ciamis, Tasik, dan Cilacap seluas 11.216 hektar lahan. 

"Kedua, potensi air baku 845 liter per detik untuk melayani Kabupaten Tasik, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Cilacap," katanya.

Baca juga: Kementerian PUPR Targetkan Bendungan Rukoh Aceh Rampung 2023

Lalu, ketiga yakni mereduksi banjir sebanyak 11,7 persen dari 509,7 meter kubik per detik menjadi 450,02 meter kubik per detik. 

Keempat, ada juga potensi daya listrik untuk PLTA sebesar 20 mega watt (mw) atau 2 x 10 mw untuk biasanya listrik dijual ke PLN. 

Kelima, Sugeng menyampaikan, untuk meningkatkan potensi wisata dari dalam dan luar Kabupaten Ciamis, perikanan, konvervasi air tanah, dan lainnya. 

"Adapun pembebasan lahan sisa 7,7 hektar," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved