Breaking News:

Cerita Para Korban Pinjaman Online: Panik karena Terus Diteror Hingga Retaknya Hubungan Suami Istri

Adit menyesalkan pihak pinjaman online ilegal menggunakan data pribadi dengan cara yang tidak benar.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
Surya/Eben Haezer
Ilustrasi pinjaman online 

TRIBNNNEWS.COM, JAKARTA - Adit (34) menjadi korban pinjaman online ilegal. Pekerja swasta ini meminjam uang sejumlah Rp 5 juta tetapi yang diterima tidak penuh.

Belakangan Adit tersadar aplikasi fintech P2P lending tersebut adalah ilegal.

Adit mengungkap penagih utang pinjol ilegal cenderung menggunakan kalimat yang tidak baik.

"Bahkan sampai ada ancaman agar menjual istri. Ini merendahkan, bikin resah," kata Adit kepada Tribun Network, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, aplikator ilegal ini juga menjerat peminjamnya dengan bunga yang tinggi.

Pinjaman online yang terdaftar di OJK, bunga dan denda dimaksimalkan di angka 0.8 persen. Namun pinjaman online ilegal sesuka hati dalam menentukan persentase denda dan bunga.

Jika tidak dapat melunasi kewajiban, pihak pinjol ilegal melakukan ancaman dan intimidasi yang menyerang psikis.

Baca juga: Kapolri Keluarkan Perintah: Tindak Tegas Pinjol Ilegal yang Meresahkan Masyarakat!

"Terornya membuat kita bingung, panik, khawatir, gelisah, hingga akal sehat yang tidak berfungsi," akunya.

Tak heran seringkali terjadi kasus mengakhiri hidup sendiri yang disertai pesan wasiat akibat terlilit utang pinjol ilegal.

Ia berpesan agar masyarakat memastikan dulu aplikator pinjol terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).'

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved