Breaking News:

Ajang MotoGP Mandalika Bakal Dongkrak Penjualan Produk Kerajinan Gerabah Khas Lombok

Sebelum virus Covid-19 masuk ke Indonesia, volume penjualan gerabah mampu mencapai ratusan ribu item per bulan.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
Bambang Ismoyo/Triunnews.com
Adanya event MotoGP diharapkani tidak hanya mendongkrak industri gerabah, tetapi juga roda perekonomian di NTB. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM - Industri Kecil Menengah (IKM) menjadi salah satu segmen yang terdampak pandemi Covid-19.

Contohnya, industri kerajinan gerabah yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ikut terpukul.

Ditutupnya berbagai daerah wisata seperti Bali dan sejumlah negara, membuat gairah bisnis gerabah melemah.

Sebagai informasi, Bali merupakan pasar terbesar penjualan produk gerabah di Indonesia. Hal tersebut karena, kunjungan turis di pulau Dewata merupakan yang terbesar di Indonesia.

Baca juga: Kemenperin Apresiasi Kinerja IKM Kerajinan yang Mampu Terus Ekspor Produk di Saat Pandemi

Para turis yang datang ke Bali kerap membeli kerajinan gerabah untuk dijadikan buah tangan.

Beberapa kerajinan yang paling diminati adalah piring, asbak, tempat minum, dan tempat lilin.

Amran, salah satu pelaku IKM sekaligus pemilik sentra kerajinan gerabah mengungkapkan, pandemi membuat pembelian produk kerajinannya mengalami penurunan yang cukup dalam.

Baca juga: Dukung UMKM Lokal, Lazada Tutup Impor Produk Tekstil dan Fesyen, Kuliner, Kerajinan ke Indonesia

Sebelum virus Covid-19 masuk ke Indonesia, volume penjualan gerabah mampu mencapai ratusan ribu item per bulan.

Namun, saat ini penjualan gerabah paling maksimal sebanyak 15 ribu item per bulan.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved