Breaking News:

Solar Langka, Apakah Indonesia Krisis Energi Seperti Singapura? Ini Penjelasan Pertamina

Solar langka di sejumlah daerah. Kelangkaan solar menimbulkan kekhawatiran Indonesia mengalami krisis energi seperti yang terjadi di Singapura

Editor: Sanusi
Tribunnews/Jeprima
Petugas melakukan pengisian bahan bakar jenis biosolar di SPBU Pertamina, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2021). Pemerintah terus berupaya menekan impor bahan bakar minyak, di antaranya melalui program mandatori biodiesel yang ditingkatkan menjadi B30 sejak awal tahun lalu. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat, pada 2020 realisasi pemanfaatan biodiesel mencapai 8,46 juta kiloliter (kl) dan telah menghemat devisa sekitar Rp 38,31 triliun. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Solar langka di sejumlah daerah. Kelangkaan solar menimbulkan kekhawatiran Indonesia mengalami krisis energi seperti yang terjadi di Singapura, Inggris dll.

Meski solar langka, Pertamina membantah Indonesia krisis energi.

Solar langka di sejumlah daerah menimbulkan keriuhan di media sosial. Beberapa akun di media sosial Twitter menyampaikan keluhan atas langkanya solar di sejumlah daerah.

Baca juga: Pertamina Dorong Penyaluran Solar Subsidi Tepat Sasaran, Berikut Sektor yang Berhak Konsumsi

“Numpang nanya followersnya @infomalang. Apa solar di Malang memang langka sekarang? Mau isi bahan bakan dimana2 solar kosong,” tulis akun Twitter, @dewiQuan_in.

Dihubungi Kompas.com, Pjs Senior Vice President Corporate Communications and Investor Relations PT Pertamina Fajriyah Usman mengatakan bahwa pihaknya memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi, baik gasoline maupun gasoil.

Baca juga: Mulai Langka, Pertamina Tambah Pasokan Solar ke Wilayah Ini

Tercatat adanya peningkatan konsumsi di gasoil yang didominasi oleh solar subsidi.

“Sepanjang semester I 2021 tercatat sebesar 37.813 kiloliter per bulan dan terus meningkat hingga mencapai 17 persen pada bulan September atau sekitar 44.439 kiloliter,” ujar Fajriyah, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/10/2021).

Sementara untuk sektor gasoline, peningkatan yang mencolok terjadi di Pertamax, dengan periode semester 1 2021 rerata bulanan sebesar 12.586 kiloliter, merangkak naik hingga mencapai kenaikan 49 persen di bulan September sebesar 18.840 kiloliter.

Baca juga: Kelangkaan Pasokan Solar Bikin Awak Bus Mila Sejahtera Was-was, Jam Istirahat Terpangkas untuk Antre

Fajriyah menambahkan, saat ini stock BBM dalam kondisi cukup sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu krisis energi dan tetap dihimbau membeli BBM sesuai kebutuhan.

“Stok untuk produk yang meningkat signifikan yaitu solar mencapai 17 hari dan pertamax mencapai 18 hari. Pengiriman dari terminal BBM juga terus dilakukan setiap hari ke seluruh SPBU dan Kilang juga terus berproduksi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tutur Fajriyah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved