Breaking News:

Mayoritas Bukan Negara Industri, Alasan Indonesia Harus Bisa Rebut Pasar Kawasan Pasifik

CEO Business Forum, Jahja B. Soenarjo mengatakan, sebagian besar negara-negara di kawasan Pasifik bukanlah negara produsen atau industri.

Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
CEO Business Forum Jahja B Soenarjo dalam webinar Merebut Potensi Besar di Pasifik Melalui Pacific Exposition 2021, Jumat (22/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia disebut-sebut mampu menguasai pangsa pasar di berbagai sektor atau bidang, di kawasan Pasifik.

CEO Business Forum, Jahja B. Soenarjo mengatakan, sebagian besar negara-negara di kawasan Pasifik bukanlah negara produsen atau industri.

Atas dasar tersebut, seharusnya para pelaku usaha asal Indonesia bisa lebih militan dalam menggarap potensi besar di kawasan Pasifik.

"Negara Pasifik bukan negara produsen atau industri. Sementara, Indonesia punya sumber daya," ucap Jahja dalam diskusi virtual yang berjudul Merebut Potensi Besar di Pasifik Melalui Pacific Exposition 2021, Jumat (22/10/2021).

"Indonesia punya peran yang sangat besar terhadap kawasan Pasifik, sangat luar biasa sekali," sambungnya.

Baca juga: Garuda Indonesia Lirik Pangsa Pasar Kawasan Pasifik

Baca juga: Kementerian Perdagangan Dukung Produk Ekonomi Kreatif Indonesia Tembus Pasar Pasifik

Salah satu mewujudkan upaya tersebut, Pemerintah menyelenggarakan Pacific Exposition ke-2 tahun 2021.

Dalam event yang segera digelar pada tanggal 27-30 Oktober 2021 mendatang ini, berisikan agenda pameran perdagangan, investasi dan pariwisata terlengkap di Pasifik.

Kegiatan ini juga menggabungkan pameran bisnis dengan berbagai forum seperti seminar yang membahas isu-isu aktual.

Even ini juga merupakan wadah untuk memasarkan barang dan jasa dari semua negara yang berada di teritori Pasific.

Jahja melanjutkan, diharapkan masyarakat Indonesia terutama para pelaku usaha, dapat memanfaatkan even ini dengan maksimal.

"Kalau kita bisa menggerakkan Pasifik sebagai kekuatan ekonomi Indonesia, maka Pasifik akan membutuhkan Indonesia sebagai jalur perdagangan," ungkap Jahja.

Baca juga: Menlu Retno: Politik Luar Negeri Indonesia Beri Perhatian Besar kepada Negara-negara Pasifik Selatan

Baca juga: Tantowi Yahya: Wilayah Pasifik Harus Jadi Pasar Besar Bagi Produk-produk Indonesia

Dirinya juga mengatakan, Pasific Exposition disebut mengundang banyak peminat dari Indonesia untuk turut berpartisipasi atau sekedar menyaksikan.

Besarnya antusiasme masyarakat Tanah Air, disinyalir tak bisa dilepaskan dari adanya potensi kawasan Pasifik untuk dimasuki pasarnya oleh para pelaku usaha Indonesia.

"Alasan pertama mereka tertarik karena waktu itu pak Dubes (dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya) menyampaikan potensi. Pasar itu menarik kalau memang punya potensi, kebutuhan. Jadi itu yang membuat mereka terdorong," pungkas Jahja. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved