Breaking News:

Jadi Andalan Dongkrak Ekonomi Pasca Pandemi, Pemerintah Dorong Sektor Properti dan Perbankan

Pemerintah memberikan dukungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah

Editor: Hendra Gunawan
TRIBUN MANADO /ANDREAS RUAUW
Seorang buruh bangunan sedang mengankat material semen di area pembangunan perumahan bersubsidi di kawasan Griya Paniki Indah, Manado 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemerintah memberikan dukungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) .

Ini menjadi langkah pemerintah untuk mendorong pertumbuhan perumahan rakyat.

Selain itu, pemerintah juga telah memperluas akses bagi masyarakat untuk kepemilikan rumah yaitu dengan mengeluarkan pajak intensif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah, (PPN DTP).

Sektor properti dan perbankan diyakini bakal menjadi andalan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Ini seiring dengan kinerja kedua sektor tersebut yang mulai membaik sejak awal tahun.

Baca juga: Pertumbuhan Kredit Perbankan 2021 Diperkirakan 4-5 Persen

Sedangkan tahun 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembiayaan perumahan rakyat melalui skema FLPP sebesar Rp 23 triliun atau 200.000 unit.

“Langkah strategis dari sisi suplai, Kementerian PUPR memberi tugas khusus pada Perumnas untuk mempercepat penyediaan perumahan layak huni dengan harga terjangkau,” ungkap Herry Trisaputra Zuna, Direktur Jendral Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian (PUPR) dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (29/10).

Baca juga: Masyarakat Mulai Melirik Perbankan Syariah, Bos BSI Ungkap Alasannya

Selain itu, mendorong pembangunan hunian vertikal dengan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan perkotaan, meningkatkan ketersediaan landbank, dan pemberian kredit konstruksi perumahan oleh PT Sarana Multi Finansial (SMF).

Baca Juga: Ini rekomendasi saham SMRA usai catatkan kenaikan marketing sales hingga kuartal III

Menurut Herry, pemerintah menargetkan peningkatan keluarga dengan rumah layak huni sebesar 70% dari semula hanya 56% atau ekuivalen dengan 11 juta keluarga, dalam Program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 2015.

Dimana, pada periode 2015 – 2019 pemerintah telah berhasil membangun 41,7 juta unit dan tahun 2020 sebanyak 960 ribu unit.

Baca juga: Kinerja Penyaluran Kredit Perbankan Agustus 2021 Tumbuh 1 Persen Jadi Rp 5.574 Triliun

Halaman
1234
Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved