Breaking News:

Ini 3 Syarat Startup Jika Ingin Mendapatkan Pendanaan dari BUMN

perusahaan pelat merah yang hendak menyalurkan pendanaan kepada perusahaan rintisan atau startup, harus memperhatikan 3 syarat penting.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Sanusi
ist
Ilustrasi Startup 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan perusahaan pelat merah yang hendak menyalurkan pendanaan kepada perusahaan rintisan atau startup, harus memperhatikan 3 syarat penting.

Yang pertama, pendiri dari startup tersebut harus Indonesia.

Kedua, perusahaan startup yang dimaksud harus memiliki kantor operasional di Indonesia.

Baca juga: Startup Paras Digital Raih Pendanaan 5 Juta Dolar AS

Dan syarat ketiga adalah, perusahaan tersebut harus go public di Indonesia.

Namun, Erick juga memperbolehkan apabila perusahaan startup melakukan dual listing, yakni IPO di dua negara, baik di Indonesia dan juga di luar negeri.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Erick Thohir saat menjadi pembicara CEO Live Series yang berjudul Digital Transformation and Innovation in Economy, Kamis (11/11/2021).

Sebagai informasi, terdapat sejumlah BUMN yang bergerak dalam pendanaan investasi perusahaan rintisan. Yakni Telkom, Bank Mandiri, dan Bank Rakyat Indonesia.

Baca juga: Perluas Jangkauan Wilayah Bisnis, Startup Besutan Mantan Bos RedDoorz Ini Raih Pendanaan

"Jadi kita sekarang membentuk tim sebagai kurasinya, sehingga investasi mereka itu benar. Tetapi berdasarkan tiga," ucap Erick Thohir.

"Pertama, foundernya orang Indonesia. Kemudian operation company di Indonesia. Dan yang ketiga, go public-nya di Indonesia," sambungnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (ist)

Bukan tanpa alasan Erick melayangkan 3 syarat tersebut bagi BUMN yang ingin menyalurkan pendanaan.

Menurut mantan Bos Inter Milan ini, tujuannya untuk mendukung kreator dan konten lokal untuk memastikan pasar di Indonesia, dan diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kenapa kami melakukan ini? Karena kita bagian dari merah putih yang harus mendukung creator lokal dan content lokal," papar Erick.

"Bukannya kita anti asing, tapi kita nggak mau market kita dipakai pertumbuhan negara lain," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved