Breaking News:

Jepang Akan Monitor Ketat Pergolakan Harga Minyak Dunia

Pemerintah Jepang akan memonitor ketat pergolakan harga minyak dunia yang dianggap cukup mempengaruhi Jepang saat ini.

Richard Susilo
Menteri luar negeri Jepang Yoshimasa Hayashi saat jumpa pers pagi ini (11/11/2021) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Pemerintah Jepang akan memonitor ketat pergolakan harga minyak dunia yang dianggap cukup mempengaruhi Jepang saat ini.

"Adanya ketidaktentuan minyak dunia saat ini dan ketegangan di timur tengah khususnya Irak akan kami monior ketat," ungkap Menteri Luar Negeri Yoshimasa Hayashi Kamis ini (11/11/2021) yang baru dilantik sebagai Menlu Jepang kemarin malam.

Monitor ketat tersebut menurut Hayashi juga dengan bekerjasama dengan berbagai pihak lainnya.

"Kita akan kerjasama dengan organisasi internasional juga produsen minyak timur tengah serta mencoba mencari stabilisasi pasar energi yang ada."

Selain itu Jepang dalam kaitan hubungan baiknya dengan berbagai negara di dunia akan menyampaikan upaya relaksasi bagi peredaan ketegangan di Timur tengah saat ini dan berupaya mengupayakan stabilisasi pasar yang ada di dunia.

"Kita akan lebih aktif lagi melakukan hubungan diplomatik dengan negara-negara di Timur Tengah sekaligus mencoba menjaga pasokan minyak dengan baik bagi dalam negeri jepang."

Di bidang strategi nasional energi, menurutnya sudah sejak tahun 2013  pertama kali Jepang memfoumulasikan kebijakan strategi nasionalnya di tengah lokasi yang dikelilingi oleh berbagai kekuatan yang ada.

"Balance power  perlu dijaga dengan baik dengan negara-negara di sekitar kita termasuk bidang kemampuan militer. Adanya ancaman dari sekeliling Jepang seperti serangan dunia Cyber juga perlu diperhatikan dengan ketat dan semuanya perlu diproteksi dengan baik untuk kepentingan rakyat Jepang."

Lingkungan demokrasi telah berubah menurutnya dan nilai-nilai lain pun telah mengubah Jepang sehingga penting hal ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat Jepang.

"Seperti permintaan PM Jepang kita akan semakin meningkatkan kekuatan militer untuk menjaga rakyat Jepang dengan baik dan menjaga rasa aman yang ada. Peluru kendali profesional dan canggih diperkuat, serta strategi kebijakan ekonomi juga ditingkatkan lebih baik lagi.

Oleh karena itu Jepang akan meninjau kembali strategi keamanan pertahanannya sesuai yang diminta PM Jepang.

"Untuk itu kita akan bekerjasama erat juga dengan berbagai  kalangan industri serta berbagai kementerian lainnya," tekannya lebih lanjut.

Menlu Hayashi pagi ini (11/11/2021) juga mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri sebagai ketua Persatuan Parlemen Persahabatan Jepang-China, yang telah menjabat sejak Desember 2017.

“Untuk menghindari kesalahpahaman yang tidak perlu dalam menjalankan tugas sebagai Menlu, saya mengundurkan diri dari kepengurusan perkumpulan itu supaya tegas dan jelas semuanya,” jelasnya memberikan alasan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved