Senin, 25 Mei 2026

Usai Merugi, PT Timah Bukukan Laba Rp 612 Miliar pada Kuartal III 2021

PT Timah Tbk (TINS) memperoleh laba bersih pada kuartal III 2021 sebesar Rp 612 miliar, dari sebelumnya rugi Rp 255 miliar

Tayang:
TRIBUN/DANY PERMANA
Pekerja menambang timah di kawasan pertambangan milik PT Timah, Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah, Babel, Selasa (31/7/2018). PT Timah menerapkan teknologi ramah lingkungan baru yaitu tambang kecil terintegrasi (TKT) yang menggunakan sistem penambangan semprot di bawah tanah (sub-surface hydrolic mining). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) memperoleh laba bersih pada kuartal III 2021 sebesar Rp 612 miliar, dari sebelumnya rugi Rp 255 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS Wibisono mengatakan, dalam rangka mempertahankan keberlangsungan bisnis perseroan, aktivitas eksplorasi atau penemuan cadangan baru terus dilakukan.

"Perseroan terus berupaya secara intensif untuk meningkatkan kemampuan dalam memproduksi bijih timah," kata Wibowo dalam keterangannya, Rabu (10/11/2021).

Tercatat, periode Januari - September 2021 harga rerata logam timah LME sebesar 30.550 dolar AS, dengan level tertinggi di posisi 37.600 dolar AS dan di level terendah pada 20.965 dolar AS. 

Sampai dengan September 2021, Asia masih menjadi destinasi utama ekspor timah perseroan dengan kontribusi 53 persen, disusul Eropa 31 persen dan Amerika Serikat 11 persen.

Baca juga: RCID Digelar di Indonesia, Menperin: Momentum Percepat Transformasi Industri 4.0

Adapun lima besar negara destinasi ekspor timah TINS secara berurutan yaitu Korea Selatan 18 persen, Belanda 17 persen, Jepang 16 persen, Amerika Serikat 11 persen dan Italia 6 persen.

Dalam sembilan bulan tahun ini, perseroan melakukan penjualan logam timah sebanyak 19.059 metrik ton atau turun 58 persen. 

"Meskipun volume penjualan menurun, perseroan mencatatkan harga jual rerata logam timah sebesar 30.158 dolar AS per metrik ton atau naik secara signifikan sekitar 79 persen," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved