Breaking News:

Startup Penyedia Makanan Sehat Raih Pendanaan Rp125,2 Miliar dari Temasek

Startup penyedia makanan sehat, Saladstop! Group, mengumumkan pendanaan senilai US$8,8 juta atau sekitar Rp126 miliar

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin
Bloomberg
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Startup penyedia makanan sehat, Saladstop! Group, mengumumkan pendanaan senilai US$8,8 juta atau sekitar Rp126 miliar dengan asumsi kurs per dolar AS Rp14.232.

Seperti dikutip Tribunnews dari Tech in Asia, pendanaan tersebut diperoleh dalam putaran Seri B yang dipimpin oleh Temasek dengan partisipasi dari East Ventures, K3 Ventures, Vulcan Capital, dan existing investor DSG Consumer Partners.

Rencananya, tambahan modal segar yang diperoleh akan dipergunakan untuk mengakselerasi transformasi digital yang mencakup investasi teknologi.

Saladstop! juga akan berinvestasi dalam ketahanan pangan melalui pengembangan bahan makanan yang aman dan membuka gerai net zero.

Baca juga: Startup Ula Raih Pendanaan Tambahan Seri B Senilai Rp 328,4 Miliar dari Tiger Global

Saladstop! juga bakal menggunakan dana segar untuk memperkuat ekspansinya di kawasan Asia dengan memasuki empat pasar baru di tahun 2025 dan menghadirkan cloud kitchen di kota tier 2. 

Baca juga: Dapat Pendanaan Rp 9,9 Triliun, Digital Currency Group Kini Punya Valuasi Rp 142,4 Triliun

Di kota-kota ini, Saladstop! akan hadir dengan brand baru perusahaan, Heybo dan Wooshi, yang menawarkan produk makanan bergizi dengan harga yang lebih terjangkau bagi para konsumen.

Selain menghadirkan brand baru, Saladstop! juga baru saja meluncurkan Good Food People yang merupakan toko grosir online.

Baca juga: East Ventures Kucurkan Pendanaan Tahap Awal ke Startup DTC

Di mana, toko tersebut menawarkan produk alternatif protein daging, makanan siap saji, dan produk pelengkap makanan.

Saladstop! telah mengoperasikan 69 gerai yang tersebar di Singapura, Indonesia, Hong Kong, Vietnam, Filipina, Jepang, Korea Selatan, dan Spanyol.

Untuk di Indonesia sendiri, sudah memiliki lebih dari 10 gerai yang mayoritas berlokasi di Jakarta.

Chief of Growth Officer Saladstop! Group, Frantz Braha mengatakan, pihaknya bakal terus memanfaatkan teknologi dan model operasi cloud kitchen untuk mengakselerasi pertumbuhan di pasar negara berkembang. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved