Breaking News:

30 Tahun Mengabdi untuk Indonesia

Tak Hanya Saat Pandemi, Perusahaan Ini Sudah Berkontribusi untuk Kesehatan selama 30 Tahun

Yakult Indonesia ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada berbagai pihak pelanggan, karyawan, Yakult Lady dan masyarakat Indonesia

Editor: BizzInsight
Pixabay
Ilustrasi keluarga sehat 

TRIBUNNEWS.COM - Seiring dengan makin melonggarnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, aktivitas perkantoran pun kembali menggeliat.

Sementara itu, mendukung akselerasi vaksinasi nasional dan mendorong terciptanya herd immunity, tak sedikit perusahaan yang gencar melakukan vaksinasi terhadap para karyawannya.

Melansir Kompas, pemerintah melalui Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mengimbau para perusahaan untuk mengikuti Program Vaksinasi Gotong Royong guna membantu mengurangi beban pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Tak hanya itu, perusahaan juga diimbau untuk menerapkan kebijakan untuk melindungi para karyawannya sekaligus membantu menangani penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Salah satu perusahaan yang turut mendukung penanganan Covid-19 oleh pemerintah adalah Yakult Indonesia, produsen susu fermentasi yang mengandung lebih dari 6,5 miliar bakteri L. casei Shirota strain di tiap botolnya, yang berdiri sejak tahun 1991 di Indonesia.

Sebagai informasi, memasuki usia yang ke-30, Yakult Indonesia telah banyak berkontribusi untuk masyarakat Indonesia, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sejak pertama kali beroperasi pada 1991 di Jakarta, selama 30 tahun, PT Yakult telah berkontribusi memberikan lapangan pekerjaan untuk lebih dari 6 ribu karyawan di semua lini usaha dan menjadi tempat kerja bagi 11 ribu ibu-ibu Yakult Lady di wilayah tempat tinggalnya.

Perayaan anniversary ke-30 tahun Yakult Indonesia.
Perayaan anniversary ke-30 tahun Yakult Indonesia.

Tahun 2021 ini menjadi tahun yang spesial bagi Yakult Indonesia. Menjadi bagian grup Yakult Honsha yang berpusat di Jepang, PT Yakult Indonesia Persada telah memasuki usia yang ke-30 tahun. Sedikit berbeda dari perayaan ulang tahun ke-25 yang diadakan pada 2016 lalu yang dihadiri oleh seribu orang, perayaan kali ini dirayakan secara virtual di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Secara khusus, perayaan ulang tahun ke-30 kali Yakult membawakan tema “Terima Kasih 30 Tahun Bersama Yakult”.

Hiroshi Kawaguchi, Presiden Direktur Yakult Indonesia mengungkapkan bahwa “Yakult indonesia bisa beroperasi 30 tahun berkat masyarakat indonesia. Saya berterima kasih kepada masyarakat Indonesia.”

Hiroshi menambahkan komunikasi menjadi kunci bagi Yakult Indonesia untuk bertahan sampai saat ini.

“Kami selalu mementingkan komunikasi. Dengan pelanggan, masyarakat, dan karyawan. Untuk mewujudkan misi yakult Indonesia, komunikasi ini harus terus berjalan agar perusahaan hingga sepuluh dua puluh tahun ke depan untuk menjadi perusahaan yang lebih baik bagi pelanggan, karyawan, dan masyarakat,” ungkapnya.

Lewat perayaan ke-30 dan berbagai program yang dilakukan, Yakult Indonesia ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada karyawan dan ibu-ibu Yakult Lady beserta keluarga serta pelanggan atas bantuannya dalam mewujudkan Yakult sebagai Minuman Keluarga Sehat.

Dukung penanganan Covid-19 lewat serangkaian kebijakan

Dalam menyikapi pandemi, sejak awal Yakult Indonesia sudah ambil bagian melalui serangkaian programnya.

Penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, serta pemeriksaan suhu juga telah menjadi rutinitas wajib sebelum para pekerja memasuki area kerja.

Begitu pun dengan mitra Yakult yang bekerja di lapangan, seperti sales force dan ibu-ibu Yakult Lady, yang juga menjalankan protokol kesehatan. Pelayanan yang diberikan di lapangan pun sangat memerhatikan keamanan, sebab Yakult menyediakan fasilitas berupa sarung tangan, face shield, dan pemberian edukasi mengenai pentingnya menghindari Covid-19.

Yakult juga berkontribusi mempercepat vaksinasi Covid-19 nasional dengan mendorong seluruh karyawannya melakukan vaksinasi. Komitmen tersebut tercermin dari keikutsertaan perusahaan dalam program Vaksinasi Gotong Royong, di mana biaya vaksinasi bagi seluruh karyawan ditanggung perusahaan.

Vaksinasi dilakukan sekaligus untuk memberikan rasa aman pada karyawan termasuk saat berinteraksi dengan sesama karyawan, keluarga, dan terutama pelanggan. Terhitung sampai dengan Oktober 2021, sebanyak 86% karyawan Yakult Indonesia telah divaksinasi.

Tak hanya untuk karyawan, ibu-ibu Yakult Lady sebagai “Pusat Informasi Berjalan” juga diberikan edukasi akan pentingnya vaksinasi dengan mendorong mereka untuk mendaftarkan diri di puskesmas terdekat.

Sosialisasi produk secara virtual tetap ramai peminat

Berbagai kegiatan perusahaan juga tetap berjalan sebagai bentuk penyampaian manfaat Yakult ke masyarakat setiap harinya.

Misalnya, kegiatan Film Showing, sosialisasi manfaat produk Yakult kepada masyarakat, serta kunjungan pabrik dilakukan secara virtual. Meski dilakukan virtual, antusiasme masyarakat masih tinggi.

Tercatat, sejak September 2020 sampai September 2021, terdapat 161.710 orang mengikuti Film Showing virtual. Begitu pula dengan kunjungan pabrik Yakult di Sukabumi dan Mojokerto yang telah diikuti 65.441 orang secara virtual sejak November 2021 sampai September 2021.

Kini, seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial, Film Showing secara luring perlahan dapat dilangsungkan kembali dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pada Film Showing Reguler, petugas Yakult akan datang secara langsung ke rumah-rumah keluarga, kantor, dan instansi.

Hal ini berlaku juga pada Film Showing Mobil, yaitu penayangan film di tengah masyarakat dengan membawa mobil khusus sebagai kelengkapan edukasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di berbagai tempat dengan status zona hijau.

Sejak Januari-September 2021, peserta Film Showing Reguler tercatat terdapat 249.914 orang. Sementara Film Showing Mobil di periode yang sama sudah diikuti 183.146 orang.

Selain pemutaran film dan kunjungan pabrik, Yakult juga berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat mengenai manfaat Yakult dan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Salah satunya melalui Program Kuliah WhatsApp atau Kulwap untuk masyarakat yang dengan cara memberikan informasi mengenai pengetahuan kesehatan, khususnya pencegahan Covid-19 yang saat ini masih melanda Indonesia. Tercatat pada sejak Januari hingga September lalu, terdapat 41.531 orang yang mengikuti program ini secara gratis.

Program-program lain Yakult Indonesia: dari Kesehatan sampai Peduli Lingkungan

Pemberian bantuan Yakult untuk tenaga kesehatan.
Pemberian bantuan Yakult untuk tenaga kesehatan.

Yakult Indonesia juga berperan aktif dalam membantu tenaga medis di fasilitas kesehatan seperti klinik, puskesmas, dan rumah sakit dengan memberikan produk Yakult. Tercatat sejak awal pandemi hingga Oktober 2021, terdapat 1.487 fasilitas kesehatan telah menerima bantuan lebih dari 4 juta botol Yakult.

Kontribusi Yakult di dunia kesehatan tak hanya sampai di penanganan pandemi, Yakult Indonesia memfasilitasi masyarakat untuk peningkatan awareness terhadap deteksi dini kanker payudara.

Misalnya, melalui kerja sama dengan Lovepink, organisasi nirlaba yang berfokus mensosialisasikan kampanye deteksi dini kanker payudara, Yakult menggelar webinar kepada 28.857 orang yang berlangsung pada bulan September dan Oktober 2021 lalu.

Peserta webinar terdiri dari karyawan, keluarga karyawan, ibu-ibu Yakult Lady, serta pelanggan. Kerja sama ini sekaligus mendukung program pemerintah dan Lovepink untuk menuju Indonesia bebas dari kanker payudara stadium lanjut di tahun 2030.

Sebelum pandemi, Yakult telah menggelar berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan. Salah satunya dengan menyelenggarakan seminar kesehatan di Center atau Kantor Cabang Yakult dengan tema yang beragam, mulai dari PHBS, pencegahan kolesterol, dan lainnya.

Tak ketinggalan, Yakult Indonesia juga berkomitmen terhadap kelestarian lingkungan dengan melakukan kegiatan penanaman pohon massal setiap tahunnya.

Program penanaman pohon Yakult Indonesia
Program penanaman pohon Yakult Indonesia.

Sejak 2015 lalu, penanaman 35 ribu bibit pohon telah dilakukan di dua tempat yaitu lereng Gunung Halimun Salak, Sukabumi, dan Gunung Penanggungan, Mojokerto. Kedua tempat tersebut merupakan lokasi pabrik Yakult.

Penanaman pohon yang dilaksanakan di lahan kritis tersebut bekerja sama dengan Lembaga Alam Lestari Indonesia (LALI) di Sukabumi dan Pawitra Airlangga Sakta (PAS).

Tak hanya itu, kontribusi terhadap kelestarian alam juga dilakukan dengan kegiatan pengolahan dan daur ulang sampah plastik hasil produksi jadi barang rumah tangga. Yakult telah menguji coba penarikan sampah plastik pembungkus Yakult di tiga kantor cabang yaitu Bogor 1, Bogor 2, dan Sukabumi.

Secara langsung, pengumpulan dan penarikan sampah ini dilakukan oleh ibu-ibu Yakult Lady dan Sales Force sembari mengantarkan Yakult untuk selanjutnya dibawa ke pusat daur ulang. Harapannya, pada tahun 2029, 30% sampah plastik termasuk botol Yakult bisa didaur ulang di seluruh 102 kantor cabang.

Penulis: Fitrah Habibullah | Editor: Bardjan

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved