Breaking News:

WMP Kembangkan Digitalisasi Sektor Peternakan dan Pertanian Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Direktur Utama Widodo Makmur Perkasa Tumiyana mengatakan, misi utama dari kolaborasi ini adalah optimalisasi potensi sektor peternakan dan pertanian

Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Instalansi Karantina Hewan PT Widodo Makmur Perkasa di Desa Mampir, Cileungsi, Bogor, Kamis (13/8/2015) siang. PT WMP merupakan tempat transit sapi sebelum dipindahkan ke rumah potong hewan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Widodo Makmur Perkasa (WMP) melakukan penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Angkit Agro Technology dan Dompet Dhuafa. 

Keduanya sebagai mitra strategis perusahaan dalam pengembangan digitalisasi sektor peternakan dan pertanian berbasis pemberdayaan masyarakat. 

Direktur Utama Widodo Makmur Perkasa Tumiyana mengatakan, misi utama dari kolaborasi ini adalah optimalisasi potensi sektor peternakan dan pertanian.

"Dalam kolaborasi ini, WMP akan melaksanakan kegiatan produksi sektor peternakan dan pertanian berbasis program pemberdayaan masyarakat. Perusahaan menjadi koordinator terhadap mitra peternak dan petani yang telah tergabung di bawah program pembinaan dan pengembangan WMP," ujarnya, Rabu (1/12/2021). 

Sementara itu, Direktur Utama Angkit Agro Technology Fitra Abriwibawa menjelaskan, pihaknya akan menyediakan platform funding campaign yang menghimpun berbagai funding partners untuk terlibat dalam program agribisnis. 

Kemudian, menyediakan layanan monitoring berbasis teknologi yang akan digunakan semua pihak secara transparan guna memudahkan proses digitalisasi sektor peternakan dan pertanian.

Baca juga: WMP Siap Melantai di BEI Pekan Depan, Incar Dana Rp 707 Miliar 

"Selain itu, kami berperan dalam peningkatan kapasitas dan kapabilitas pengawasan baik bagi WMP maupun para investor," katanya. 

Terakhir, Direktur Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi Dompet Dhuafa Doni Marlan menambahkan, pihaknya akan berperan untuk menyalurkan bantuan permodalan. 

Bantuan modal tersebut berbentuk wakaf produktif yang dibutuhkan untuk melaksanakan program ini sebagai wujud pemberdayaan bagi mitra peternak dan petani binaan.

"Dengan kolaborasi ini, diharapkan terjadi peningkatan pemberdayaan para pelaku industri peternakan dan pertanian di Indonesia. Lalu, juga dapat menjadi proyek percontohan kolaborasi korporasi, perusahaan teknologi, lembaga non-profit, serta industri kerakyatan dalam memajukan perekonomian di Indonesia," pungkas Doni.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved