Breaking News:

Menteri BUMN Tugasi Darmawan Lanjutkan Transformasi PLN Hingga Atasi Kelebihan Pasokan Listrik

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo akan melanjutkan transformasi di segala lini perseroan untuk

Warta Kota/Henry Lopulalan
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo saat memperkenalkan aplikasi PLN Charge.IN di Kantor PLN, Gambir 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Darmawan Prasodjo akan melanjutkan transformasi di segala lini perseroan untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan.

"Tadi kami sudah mendapat perintah langsung dari Pak Menteri BUMN. Pak Erick memberi arahan untuk melanjutkan transformasi PLN," kata Darmawan, Senin (6/12/2021)

Menurut Darmawan, PLN akan memperkokoh fondasi yang sudah diletakkan Dirut PLN sebelumnya Zulkifli Zaini, yaitu transformasi korporasi di segala lini.

Baca juga: Darmawan Prasodjo Diangkat Sebagai Direktur Utama PLN Gantikan Zulkifli Zaini

"Kami sepenuh hati akan menjalankan arahan Bapak Presiden, kebijakan strategis yang diberikan Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Kementerian Keuangan, dengan meneruskan program yang telah dijalankan oleh BoD PLN di bawah kepemimpinan Pak Zulkifili Zaini yang luar biasa," katanya.

Sejak April 2020, PLN menjalankan program transformasi sebagai langkah penting perusahaan, melalui empat pilar yakni Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused.

Restrukturisasi korporasi juga akan terus dijalankan agar perusahaan semakin lincah dalam menghadapi tantangan.

Baca juga: PLN Operasikan Gardu Induk Digital untuk Dukung Industri

Darmawan menyebut, tranformasi dilatar belakangi arahan Presiden Jokowi dan kebijakan pemerintah dalam mengelola secara optimal cadangan daya, mempersiapkan transisi energi, menjadi penggerak pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19.

Dalam transisi energi ini, kata Darmawan, tantangan sektor ketenagalistrikan akan menjadi semakin kompleks dan dituntut melakukannya tanpa membebani APBN dan masyarakat.

Sehingga target net zero emission pada 2060 seperti yang dicanangkan pemerintah mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

Untuk menunjang target tersebut, pemerintah telah mengesahkan RUPTL 2021-2030 yang memperioritaskan penggunaan pembangkit berbasis EBT sebesar 51 persen.

Baca juga: PLN: Pembangunan 54 SPKLU di 21 Kota Masih dalam Progres

"Ini tugas khusus, masa transisi ini harus berjalan dengan smooth. investasi, inovasi, teknologi, dan kolaborasi akan kita galakkan. Tentunya sesuai dengan arahan Presiden, proses transisi juga jangan membebani APBN," ujarnya.

Tidak hanya melanjutkan transformasi dan transisi energi, Darmawan juga mendapat tugas mengatasi kelebihan pasokan listrik (oversupply).

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved