Anggota Komisi VI Dukung Upaya Restrukturisasi AP I
Upaya penghematan biaya yang dilakukan AP I mampu mengurangi beban perusahaan yang semula mencapai Rp 7,48 triliun menjadi sekitar Rp 6,4 triliun
Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail
TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Kinerja keuangan PT Angkasa Pura I (Persero) kini sedang terpuruk oleh beban utang hingga mencapai Rp 35 triliun. Salah satu pemicunya adalah proyek infrastruktur Bandara Internasional Yogyakarta yang ternyata sepi peminat.
Anggota Komisi VI DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, mendesak Pemerintah agar segera merestrukturisasi Angkasa Pura agar kondisinya tidak makin memburuk.
“Saya selaku anggota Komisi VI DPR optimis dengan langkah restrukturisasi yang dilakukan oleh manajemen AP I. InsyaAllah di tahun 2022, persero akan memiliki cashflow positif” Ungkap Andre, Sabtu, (11/12/2021).
Dia menilai, 5 langkah restrukturisasi yang meliputi restrukturisasi financial, operasional, penjaminan dan fund raising, transformasi bisnis serta optimalisasi asset sudah cukup membuahkan hasil.
Baca juga: Lakukan Restrukturisasi, Angkasa Pura I Optimis Arus Kas Tahun Depan Positif
Misalnya, upaya penghematan biaya yang dilakukan AP I mampu mengurangi beban perusahaan yang semula mencapai Rp 7,48 triliun menjadi sekitar Rp 6,4 triliun atau hemat Rp 1 triliun lebih.
Selain itu, rata-rata jumlah penumpang saat ini per hari sudah mencapai 111 ribu penumpang.
Baca juga: Kondisi Keuangan Tak Sehat, Angkasa Pura I Bakal Merugi Hingga Tahun Depan
“Memang sebelum pandemi Covid 19, AP1 mampu melayani penumpang hingga 230 ribu penumpang per hari. Per Desember ini, rata-rata sudah mencapai 111 ribu penumpang. AP1 bisa BEP bila melayani sekitar 135 ribu penumpang per hari, artinya tinggal 24 ribu pergerakan penumpang saja BEP akan tercapai” katanya.
Melihat perkembangan yang cukup baik ini, Andre menyampaikan bahwa publik tidak perlu khawatir akan isu soal kebangkrutan AP1. Malah secara signifikan asset AP1 meningkat tajam, asset 2017 hanya senilai Rp 24,7 Triliun ditahun 2022 total asset 2022 mencapai Rp 47,3 Triliun
“Saya optimis di 2022, kondisi AP1 akan lebih baik” kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nyia__1.jpg)