UMKM Go Digital

Tren Belanja Online Melonjak di Indonesia Jelang 2022, UMKM Ini Alami Kenaikan Omzet!

Meningkatnya tren belanja online masyarakat pun turut mendongkrak omzet para UMKM. Ini kisah tiga UMKM tersebut.

BizzInsight
Penulis: BizzInsight
Shutterstock
Ilustrasi membuka paket belanjaan online. 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia, aktivitas belanja online masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian pun makin meningkat. 

Bahkan, pada laporan “Navigating Indonesia’s E-Commerce: Omnichannel as the Future of Retail", tercatat 74,5 persen konsumen lebih banyak berbelanja online daripada berbelanja offline.

Meningkatnya tren belanja online masyarakat pun turut mendorong para pelaku UMKM untuk mengadaptasi ekosistem digital dengan berjualan melalui marketplace sehingga mampu meningkatkan penjualan dan terus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Imam Masyhuda, Pemilik Sambal Raja Roa mengamini hal tersebut. Pegiat usaha dari Balikpapan yang menjual berbagai jenis sambal roa ini mengaku sangat merasakan manfaat dari berjualan secara online.

Momen yang menjadi titik balik kesuksesan Sambal Raja Roa adalah saat mulai berjualan online, di mana pada 2019 Imam memutuskan untuk mulai menjajal kanal digital, seperti media sosial dan marketplace.

“Sekarang menurut saya pindah ke marketplace dan aktif di media sosial adalah cara terbaik untuk mengembangkan bisnis. Kita dapat menaruh link toko online milik kita di marketplace pada akun media sosial untuk mempermudah pelanggan,” ujar Imam saat diwawancara Tribunnews.

Sambal Raja Roa. Des 2021
Sambal Raja Roa.

Terlebih, Imam mengungkapkan 70% penjualannya berasal dari transaksi online di marketplace Tokopedia dan omzetnya turut melonjak naik hingga tiga kali lipat setelah mengikuti program Kumpulan Toko Pilihan (KTP) dari Tokopedia.

Tak hanya Imam, pemilik Belanja Termurah, Marice, UMKM asal Papua juga turut merasakan manfaat yang sama dari berjualan online di Tokopedia. 

“Semenjak kuartal II 2021, jumlah transaksi saya meningkat tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya. Melalui Tokopedia, saya juga bisa menjangkau seluruh Indonesia bahkan mencapai Aceh,” jelas Marice.

Sementara itu, pegiat usaha dari Surabaya yang menjual beragam produk kerajinan dari kulit sapi, Verne Indonesia, juga turut merasakan manfaat dari menjangkau kanal digital melalui marketplace Tokopedia.

Apalagi, saat pasar offline lambat laun kian menurun dan kehilangan peminat serta pengunjung pop-up market pun berangsur menyusut dari waktu ke waktu.

Hasilnya, Marsetio Hariadi, Manager Verne Indonesia mengungkapkan usahanya mengalami lonjakan peningkatan jumlah transaksi.

“Saat ini Tokopedia menjadi jalur utama untuk penjualan kami. Setiap bulan kami bisa melayani 50 sampai 60 pesanan, dan kami mencatat peningkatan jumlah transaksi hampir 2x lipat dibandingkan tahun lalu,” jelas Marsetio.

Bukan hanya meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM, ekosistem digital Tokopedia juga turut mencatatkan peningkatan jumlah penjual hampir 1,5x lipat selama menjelang akhir tahun 2021 dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, baik di wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan juga timur.

Inisiatif Hyperlocal dorong peningkatan transaksi di 3 wilayah di Indonesia

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, mengungkapkan Tokopedia juga mencatatkan adanya peningkatan transaksi tren belanja online masyarakat di momen menjelang akhir tahun 2021 ketimbang periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ilustrasi aplikasi Tokopedia.
Ilustrasi aplikasi Tokopedia. (Istimewa)

Untuk wilayah Indonesia bagian barat dan tengah, Tokopedia mencatatkan peningkatan transaksi hampir 1,5x lipat.

Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian timur, tercatat peningkatan transaksi hampir 2x lipat.

Peningkatan ini didorong berbagai inisiatif yang telah diluncurkan oleh Tokopedia, salah satunya inisiatif Hyperlocal beserta serangkaian turunan programnya yang terus meningkatkan antusiasme masyarakat untuk belanja online.

Inisiatif Hyperlocal disesuaikan dengan kebutuhan setiap daerah dan bertujuan mendekatkan pembeli dengan penjual terdekat agar masyarakat bisa berbelanja dengan lebih efisien, serta memberikan kesempatan yang sama kepada UMKM di seluruh penjuru Indonesia untuk bertumbuh.

Terkait tren belanja dengan kategori produk yang paling laris di Tokopedia, kategori Rumah Tangga, Kesehatan dan Perawatan Diri, Makanan dan Minuman, serta Elektronik menjadi yang paling laris di wilayah Indonesia bagian barat menjelang akhir tahun 2021.

Khusus di wilayah Indonesia bagian tengah, kategori Rumah Tangga, Kesehatan dan Perawatan Diri, Elektronik serta Fashion menjadi beberapa kategori yang paling laris.

Sementara itu, kategori Kesehatan dan Perawatan Diri, Fashion, Makanan dan Minuman, serta Elektronik menjadi beberapa kategori yang paling laris di Tokopedia khusus di wilayah Indonesia bagian timur menjelang akhir tahun 2021.

“Tokopedia ke depannya akan terus berkomitmen #SelaluAdaSelaluBisa dalam membantu masyarakat beradaptasi menghadapi perkembangan era melalui teknologi. Kami akan terus berusaha untuk berkolaborasi dengan para mitra strategis demi menciptakan inovasi terbaik,” tutup Ekhel

Penulis: Nurfina Fitri Melina | Editor: Bardjan

KOMENTAR
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved