FAA Minta Produsen Pesawat Boeing Tingkatkan Fitur Keamanan Karena Jaringan 5G

FAA juga mengungkapkan, bahwa layanan 5G dapat mencegah mesin dan sistem pengereman beralih ke mode pendaratan yang dapat

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM/IST/HO
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunnews, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA), meminta produsen pesawat Boeing untuk meningkatkan fitur keamanan sejalan dengan mulai berlakunya layanan 5G di AS.

Mengutip dari laman situs Reuters pada Selasa (18/1/2022), FAA meminta operator Boeing 787 untuk mengambil tindakan pencegahan tambahan ketika melakukan pendaratan di landasan pacu yang memiliki layanan nirkabel baru.

FAA juga mengungkapkan, bahwa layanan 5G dapat mencegah mesin dan sistem pengereman beralih ke mode pendaratan yang dapat membuat pesawat berhenti di landasan.

Baca juga: UPDATE Harga HP Samsung Bulan Januari 2022: Galaxy A03s hingga Galaxy S21 FE 5G

Dengan adanya hal tersebut, FAA mengharuskan kru pesawat mewaspadai hal tersebut dan mengadopsi prosedur keselamatan khusus saat mendarat di landasan pacu.

Selain itu FAA juga mengungkapkan, bahwa layanan telepon dengan jaringan 5G atau spektrum C-Band nirkabel bisa mengganggu sistem elektronik di pesawat.

Terkait arahan ini, FAA melarang operator mengirim atau melepaskan 787 ke bandara yang terkena dampak ketika fungsi pengereman dan anti-selip tertentu di pesawat tidak dapat dioperasikan.

Selain itu, FAA juga telah mengeluarkan hampir 1.500 pemberitahuan yang merinci sejauh mana potensi dampak layanan 5G sejak Kamis lalu.

Baca juga: Apple Segera Luncurkan iPhoneSE 5G Musim Semi ini

Pemberitahuan tersebut menunjukkan di mana pesawat dengan altimeter yang belum teruji atau yang memerlukan perbaikan atau penggantian tidak akan dapat melakukan pendaratan dengan visibilitas rendah dimana 5G dikerahkan.

Mengenai hal tersebut tersebut pakar keamanan siber Alfons Tanujaya mengungkapkan, permasalahan 5G ini mengenai altimeter pesawat yang rentan terganggu oleh sinyal 5G dan menyangkut keselamatan penerbangan.

"Sinyal 5G spektrum C band yang menjadi masalah dan berpotensi mengganggu kerja altimeter," kata Alfon.

Altimeter sendiri, lanjut Alfons, perangkat untuk menentukan ketinggian pesawat dari landasan dan sangat krusial diperlukan ketika jarak pandang tidak jelas misalnya karena kabut atau masalah lain.

Baca juga: Daftar Harga HP OPPO Bulan Januari 2022: OPPO A15s hingga OPPO Find X3 Pro 5G

Ia menyebutkan, masalah yang ditimbulkan bukan pada smartphone yang memiliki teknologi 5G melainkan tower 5G yg berpotensi mengganggu sinyal altimeter.

"Mungkin solusinya yah lingkungan airport harus mendapatkan perhatian khusus untuk spektrum 5G. Kita perlu berhati-hati dan mengikuti dengan cermat karena menyangkut keselamatan penerbangan," ucap Alfons.

Alfon juga menyarankan, agar menunggu keputusan dari FAA pada awal Januari 2022 mengenai perdebatan teknologi 5G yang dinilai mengganggu layanan sinyal penerbangan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved