Britishvolt Amankan Dana Senilai £1,7 miliar Untuk Pendanaan Proyek Gigaplant di Inggris

Ketua Britishvolt mengatakan dengan adanya pendanaan ini akan menjadi langkah besar untuk Inggris berada di garis depan energi global.

kasto via Brightside.me
Ilustrasi isi ulang baterai mobil 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perusahaan rintisan manufaktur baterai, Britishvolt mendapat dana sebesar £1,7 miliar. Dana ini didapat sebagat dorongan untuk rencana produksi sel baterai otomotif di Inggris Timur Laut pada tahun 2024.

Dilansir dari laman autocar.co.uk, Jumat (21/01/2022), investor datang dari perusahaan properti Tritax dan perusahaan investasi Abrdn yang menyatakan memberikan suntikan dana setelah Pemerintah Inggris memberi jumlah lebih kecil pada Britishvolt melalui Dana Transformasi Otomotif, walaupun Britishvolt enggan untuk mengatakan jumlah pasti yang diberikan Pemerintah Inggris.

Ketua Britishvolt mengatakan dengan adanya pendanaan ini akan menjadi langkah besar untuk Inggris berada di garis depan energi global.

Baca juga: Indonesia Minta Kontribusi Negara Maju dalam Pendanaan Transisi Energi Ramah Lingkungan

“Pengumuman ini merupakan langkah besar dalam menempatkan Inggris di garis depan transisi energi global," ujar Peter Rolton.

Pada Bulan September tahun lalu, Britishvolt telah mulai membangun pabrik di Blyth, Northumberland, Inggris dan berharap dapat membangun sel yang cukup untuk memasok 300.000 paket baterai otomotif per tahun, pada tahun 2028 yang setara dengan daya 48GWh.

Perusahaan belum dapat mengatakan siapa yang akan membeli sel tersebut, namun dalam suatu laporan menyatakan bahwa mereka akan membuat serangkaian pengumuman terkait rincian berbagai ikatan, kolaborasi R&D, dan hubungan dengan olahraga otomotif blue chips Inggris.

Britishvolt memprediksi akan menaikan tenaga kerja di pabrik dari 2500 menjadi 3000 pekerja dan juga diperkirakan akan memperkejakan 5000 lainnya dalam rantai pasokan terkait.

Pabrik baterai di lokasi Northumberland, Inggris akan dibangun di sebelah pabrik Nissan Sunderland dengan output yang dijanjikan 11GWh mulai tahun 2024 yang akan meningkat menjadi 38GWh.
Pabrik ini akan memasok baterai untuk penggantian crossover yang direncanakan Nissan untuk Leaf, yang akan jatuh tempo pada 2024.

Baca juga: Kadin: B20 Akan Bahas Isu Kesehatan Global Hingga Transformasi Energi

Untuk membantu Britishvolt dalam memenuhi rencananya, sejumlah eksekutif telah diperkejakan dalam beberapa bulan terakhir termasuk mantan ketua Ford Inggris, Graham Hoare, dan mantan kepala pengembangan produk Ford Eropa, Joe Bakaj.

Setidaknya Inggris membutuhkan 60GWh kemampuan produksi sel baterai di Inggris pada tahun 2030 untuk memasok hingga satu juta mobil listrik. Pemerintah Inggris menetapkan pada 2030 penjualan mobil mesin pembakaran murni akan dilarang yang akan diikuti di tahun 2035 untuk hibrida dengan kisaran yang lebih signifikan.

Pabrik baterai ketiga potensial akan dibangun Coventry, Inggris dan telah mendapat perizinan awal oleh dewan lokal minggu lalu. Pada pabrik ketiga ini Britishvolt memperhitungkan dapat memproduksi 60GWh baterai dari satu lokasi saja dan menciptakan 6000 pekerjaan dalam prosesnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved